Berita Lembata

PKN Lembata Dukung KPU Rombak Daerah Pemilihan

Ketua Partai Kebangkitan Nusantara Kabupaten Lembata,Juprians Lamabelawa mendukung perubahan daerah pemilihan dirancang olehKPU Lembata.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Ketua Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kabupaten Lembata, Juprians Lamabelawa mendukung perubahan daerah pemilihan (Dapil) yang dirancang oleh KPU Lembata. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Ketua Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kabupaten Lembata, Juprians Lamabelawa mendukung perubahan daerah pemilihan (Dapil) yang dirancang oleh KPU Lembata. 

Usulan perubahan Dapil ini dilakukan dalam dua rancangan yakni, pertama, mengikuti Dapil pada Pemilu 2019, kedua, rancangan tiga dapil.

Juprians mengatakan saat ini PKN masih fokus menghadapi verifikasi faktual secara nasional yang akan diumumkan pada 14 Desember 2022 .  Namun dia mendukung KPU Lembata menata ulang daerah pemilihan pada pemilu 2024. 

"Perubahan Dapil membuat Pemilu nanti lebih berwarna dari Pemilu sebelumnya," kata Juprians di Sekretariat PKN Lembata, Lamahora, Jumat, 25 November 2022.

Baca juga: Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Lembata,Nubatukan Gabung Nagawutung Kuota Sembilan Kursi

Alasannya, masyarakat lebih punya banyak pilihan calon karena jumlah kursi di satu Dapil cukup signifikan. Jumlah kursi paling rendah 7 dan paling tinggi 9 kursi. 

Dia menyebutkan, tidak ada lagi dominasi partai tertentu yang sering disebut 'partai besar'. 

Bagi PKN Lembata tujuan perubahan dapil adalah untuk kepentingan publik secara menyeluruh bukan kepentingan partai tertentu. 

Sebelumnya, KPU Lembata pada Kamis kemarin, telah mengumumkan rancangan perubahan dapil di Lembata.

Baca juga: Komunitas Multi Level Remaja di Lembata Tularkan HIV Aids

Dapil 1 dari sebelumnya hanya Kecamatan Nubatukan, berubah menjadi gabungan Kecamatan Nubatukan dan Nagawutung dengan kuota 9 kursi.

Dapil 2 dari sebelumnya meliputi Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur dan Lebatukan berubah menjadi gabungan lima kecamatan yakni Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan dan tambahan dua kecamatan dari Dapil 4 sebelumnya yakni Kecamatan Atadei dan Wulandoni dengan kuota 9 kursi.

Sementara itu, Dapil 3 tidak berubah yakni Kecamatan Omesuri dan Buyasuri, namun kuota kursi di Dapil ini dari sebelumnya 8 kursi berkurang menjadi 7 kursi.

Dua rancangan ini masih dalam proses usulan, selanjutnya akan melalui tahap uji publik yang dilaksanakan pada 7 Desember 2022 mendatang.

Baca juga: Petani dan Pengepul Lembata Desak Gubernur NTT Cabut Pergub Rumput Laut

Ketua KPU Lembata Elias Making, penataan dapil dilakukan setiap lima tahun dan dilakukan di seluruh Indonesia.  KPU selalu melihat pemerataan pembangunan dan tentu harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat Lembata. 

"KPU tidak membedakan mana partai besar dan mana partai kecil. Tidak ada tendensi politik apapun untuk rancangan dapil. Tidak ada kepentingan apa pun secara politik," tegas Elias. 

Sesuai Pasal 2 PKPU Nomor 6 Tahun 2022, Elias menyebut sebanyak tujuh prinsip penataan dapil yakni kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integritas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas dan kesinambungan. *

Berita Lembata lainnya


 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved