Berita Lembata

Rancangan Tiga Dapil KPU Lembata Bakal Menyulitkan Caleg Galang Suara Pemilih

Penataan kembali daerah pemilihan (Dapil) menyongsong Pemilu 2024 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Lembata mendapat respon yang beragam.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata membahas rancangan penataan daerah pemilihan (Dapil) dalam pemilihan legislatif pada 2024. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEB-Rancangan perubahan daerah pemilihan (Dapil) Pemilu 2024 dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata mendapat beragam respon. Perubahan Dapil ini dilakukan dalam dua rancangan yakni mengikuti Dapil pada Pemilu 2019 dan rancangan tiga Dapil.

Usulan rancangan ini mendapat respon berbeda.Ketua Komisi I DPRD Lembata, Yosep Boli Muda  menolak rancangan Dapil  baru. Menurutn Yoseph, perubahan Dapil menyulitkan calon legislatif

Ditemui dalam sela Musyawarah Kerja Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Palm, Kota Lewoleba, Jumat, 25 November 2022 ,  Yosep Boli Muda menolak rancangan kedua perubahan Dapil KPU Kabupaten Lembata.  Dia memilih pembagian Dapil yang lama yakni empat Dapil dibandingkan dengan rancangan kedua menjadi tiga Dapil. 

Sebelumnya, KPU Lembata telah mengumumkan rancangan perubahan dapil di Lembata. Dapil 1 dari sebelumnya hanya Kecamatan Nubatukan, berubah menjadi gabungan Kecamatan Nubatukan dan Nagawutung dengan kuota 9 kursi.

Baca juga: PKN Lembata Dukung KPU Rombak Daerah Pemilihan

Dapil 2 dari sebelumnya meliputi Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur dan Lebatukan berubah menjadi gabungan lima kecamatan yakni Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan dan tambahan dua kecamatan dari dapil 4 sebelumnya yakni Kecamatan Atadei dan Wulandoni dengan kuota 9 kursi.

Sementara itu, Dapil 3 tidak berubah yakni Kecamatan Omesuri dan Buyasuri, namun kuota kursi di dapil ini dari sebelumnya 8 kursi berkurang menjadi 7 kursi.

"Pilihan kedua itu jauh dari harapan karena agak tidak pas," kata politisi PKB Lembata ini. 

Perubahan Dapil dirancang KPU Lembata akan menyulitkan para calon legislatif untuk menggalang suara karena faktor geografis yang terlalu luas. Untuk kasus ini, dia menyoroti perubahan Dapil yang menggabungkan Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Wulandoni dan Atadei.

Baca juga: Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Lembata,Nubatukan Gabung Nagawutung Kuota Sembilan Kursi

"Prinsipnya, saya tolak rancangan kedua," ujar mantan ASN lingkup Setda Lembata ini. 

"Sebagai politisi caleg yang dirugikan bahkan partai juga dirugikan. Belum saatnya (perubahan dapil)," kata Yosep. 

Pendapat berbeda diutarakan Ketua Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kabupaten Lembata Juprians Lamabelawa yang mendukung perubahan daerah pemilihan (dapil) yang dirancang oleh KPU Lembata
Usulan perubahan dapil ini dilakukan dalam dua rancangan yakni, pertama, mengikuti Dapil pada Pemilu 2019, kedua, rancangan tiga dapil.

Juprians berujar saat ini PKN masih fokus menghadapi verifikasi faktual secara nasional yang akan diumumkan pada 14 Desember 2022 nanti. Namun dia mendukung KPU Lembata menata ulang daerah pemilihan pada pemilu 2024 mendatang.

Baca juga: Komunitas Multi Level Remaja di Lembata Tularkan HIV Aids

"Perubahan dapil membuat pemilu nanti lebih berwarna dari pemilu sebelumnya," kata Juprians di Sekretariat PKN Lembata, Lamahora, Jumat, 25 November 2022. 

Alasannya, masyarakat lebih punya banyak pilihan calon karena jumlah kursi di satu dapil cukup signifikan. Jumlah kursi paling rendah 7 dan paling tinggi 9 kursi.  Lebih jauh, dia menyebutkan, tidak ada lagi dominasi partai tertentu yang sering disebut 'partai besar'. 

Bagi PKN Lembata, tambah dia, tujuan perubahan dapil adalah untuk kepentingan publik secara menyeluruh bukan kepentingan partai tertentu. *

Berita Lembata lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved