Berita Flores Timur

Berenang di Telaga Biru di Flotim Menyatunya Air Tawar dan Laut

Tradisi religius Semana Santa yang mendunia telah melambungkan nama Larantuka, Kabupaten Flores Timur.Flores Timur juga menyiman destinasi wisata alam

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Pantai Telaga Biru di Desa Waibele, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Sabtu 26 November 2022 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Tradisi religius Semana Santa yang mendunia telah melambungkan nama Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Wilayah di  ujung timur  Pulau Flores ini memiliki destinasi wisata indah, Pantai Telaga Biru.

Terletak di  Desa Lewobele, Kecamatan Lewolema sekitar 20-an Km dari Kota Larantuka. Meski relatif dekat dijangkau, topografi dan jalan yang rusak berat bisa memakan waktu hampir satu.

Tak  didukung infrastruktur jalan yang baik, lokasi ini digandrungi pelancong lokal khususnya kalangan muda. Mereka datang berenang  dan mengabadikan momen diunggah ke platform media sosial.

Di pinggir pantai tumbuh berbagai jenis tanaman menciptakan suasana sejuk. Bebatuan dan karang kecil bertaburan memenuhi bibir pantai. Lautnya berwarna hijau kebiru-biruan bisa menghipnotis mata pengunjung berlama-lama di sana.

Baca juga: 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Covid di Flores Timur Segera Jalani Sidang Perdana di Kupang

Uniknya, perpaduan warna hijau kebiruan itu seperti membentuk sebuah telaga. Pengunjung diimbau selalu waspada lantaran ada semacam palung laut berjarak belasan meter dari bibir pantai.

Keunikan berikut yaitu terdapat aliran air tawar yang mengarah ke laut. Pantai ini mulanya difasilitasi dengan pondok tempat  duduk bersantai. Namun sekarang pondok tersebut sudah rusak  diterpa badai.

Mawar Tukan (28) mengunjungi Telaga  Biru  mengaku takjub.  Pemerintah daerah seharusnya memperbaiki jalan rusak agar potensi wisata di pesisir utara Flotim terus bergeliat.

"Lopo-lopo dan fasilitas lainnya tentu penting, tetapi yang paling utama itu infrastruktur jalan. Percuma juga kalau tempat bagus tapi akses kesini sulit. Pengunjung jadinya enggan berwisata," kata Mawar, Sabtu 26 November 2022.

Baca juga: Doa dan Renungan Meneguhkan Penderita Aids, KPA Flores Timur Peringati Hari Aids Sedunia

Wanita berambut pirang berkendara ke Telaga Biru  mengaku jalanan sangat keselamatan pengendara. Aspal terkupas, mendaki terjal penuh kerikil, hingga jalanan tanah berlumpur.

Ia mengatakan telah beberapa kali pengendara mengalami kecelakaan hingga luka serius. Ia berharap pemerintah daerah memperhatikan kesenjangan infrastruktur jalan di daerah potensi wisata.

Kepala Desa Lewobele, Yohanes Baptista Koli Kelen mengatakan Telaga Biru dan sekitarnya merupakan kawasan terdampak bencana tsunami tahun 1992.  Pemerintah desa sempat membangun beberapa lopo saat mengadakan perayaan misa tanggal 12 Desember 2021 untuk mendoakan arwah korban bencana.

"Itu lokasi bencana dan pemerintah bersama warga pernah mengadakan misa mengenang korban bencana 1992 silam," kata Yohanes saat ditemui di rumahnya.

Baca juga: Perkara Korupsi Dana Covid-19 Flores Timur Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang

Menurut dia, Telaga Biru  berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan, namun  penataan lokasi  terkendala gugatan klaim batas tanah dari beberapa kalangan di desa tetangga.

Hingga saat ini, jelasnya, pihaknya bersama para tokoh dari kedua belah pihak sudah melakukan musyawarah agar persoalan batas tanah tidak membias. Musyawarah tersebut mulai menemukan titik terang.

"Setelah kami buat lopo dan misa, muncul klaim bahwa itu milik mereka. Tetapi kami sudah saling bertemu dan sudah ada tanda-tanda baik," tandasnya. *

Berita Flores Timur lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved