Berita Lembata

Ketrampilan dan Sikap Dibentuk Balai Latihan Kerja Karitas Peduli Lembata

Balai Latihan Kerja Karitas Peduli Lembata tak hanya melatih ketrampilan kepada peserta. tetapi juga membentuk sikap mental dan komitmen.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Direktur BLK Karitas Peduli Lembata, Suster Margaretha Ada, SSpS melepas peserta pelatihan, Kamis 1 Desember 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM,LEWOLEBA-Peserta kursus di Balai Latihan Kerja (BLK) Karitas Peduli Lembata tak hanya dilatih ketrampilannya saja. Mereka juga dibentuk menjadi calon pekerja yang disiplin, punya komitmen, dan bekerja keras. 

Direktur BLK Karitas Peduli Lembata, Suster Margaretha Ada, SSpS menuturkan BLK yang dikelola oleh Yayasan Gunthild Karitas Peduli Lembata itu ingin menciptakan para calon pekerja yang siap terjun ke dunia kerja dengan karakter pekerja yang baik. Mereka tidak hanya menilai kompetensi atau kemampuan calon pekerja saja. Yang paling penting juga adalah mereka punya sikap yang baik. 

Hal ini disampaikannya saat acara pelepasan sebanyak 16 peserta program komputer jalur APBN (gratis), dan 5 peserta kejuruan busana program mandiri periode November 2022. Acara penyerahan sertifikat dan pelepasan tersebut berlangsung pada Kamis, 1 Desember 2022. 

Menurut Suster Margaretha, lulusan BLK Karitas Peduli Lembata sudah banyak yang terjun ke dunia kerja. Kursus berlangsung efektif, efisien dan penuh kedisiplinan. Para peserta bekerja keras dengan jadwal kursus yang padat.

Baca juga: Penjabat Bupati Lembata Minta Operator Desa Ikut Pelatihan di BLK Yayasan Gunthild Karitas Peduli

"Saya bangga pada mereka walaupun hari hari cukup keras. Anak anak tertib, disiplin dan manfaatkan waktu secara baik dan mereka sangat bertanggungjawab," ungkap Suster Margaretha. 

BLK Karitas Peduli Lembata membuka tiga jalur pendaftaran program kursus komputer. Pertama, jalur APBN hasil kerja sama BLK dan Kementerian Ketenagakerjaan. 

"Ini tahun ketiga kami kerja sama dengan kementerian. Nilai bantuan Rp 50 juta per paket," kata dia. 

Kedua, jalur mandiri BLK dan ketiga, jalur Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lembata.

Baca juga: Penjabat Bupati Lembata Tak Beri Sambutan Pelantikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup

"Komputer latihan setiap hari pagi-sore selama 30 hari atau 240 jam pelatihan. Kursus busana selama 3 bulan," ungkapnya. 

Sejak diresmikan 17 Maret 2020, BLK Karitas Peduli Lembata sudah menghasilkan 17 grup di 12 gelombang pelatihan dengan total 181 peserta. Para peserta banyak yang sudah diserap dunia kerja, ada juga sebagai wirausaha mandiri, dan lebih banyak bekerja sebagai operator. 

Peserta pelatihan jurusan komputer, Maria Monika mengungkapkan banyak pelajaran menariknya yang ditemukan saat mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Yayasan Gunthild Karitas Peduli Lembata.

Selama satu bulan, Monika dan teman-teman seangkatannya mempelajari microsoft word, excel, power point dan sistem komputer.

Baca juga: Rancangan Tiga Dapil KPU Lembata Bakal Menyulitkan Caleg Galang Suara Pemilih

"Di sekolah kita belajar juga, ada lab komputer tapi kita tidak pernah praktek, sedangkan di sini kita praktek,” tandas Monika. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved