Berita Lembata
Warga Lembata Keliling Cari Minyak Tanah, Ada yang Pulang Bawa Jeriken Kosong
Warga terpaksa berkeliling mencari ke semua pangkalan bahkan mengantre berjam-jam. Beberapa diantara mereka harus pulang dengan jeriken kosong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Antrean-warga-Kota-Kupang-NTT-yang-ingin-membeli-minyak-tanah.jpg)
"Ada penurunan kuota secara nasional," ungkap El Mandiri singkat.
Tambah Kuota
Sebelumnya, Sales Area Manager Pertamina Nusa Tenggara Timur (NTT) Ahmad Tohir, mengatakan, pihaknya telah menemukan solusi untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.
Pihaknya akan menambah kuota minyak tanah sesuai dengan persetujuan BPH Migas.
"BPH Migas telah menyetujui penambahan kuota minyak tanah pada 25 November 2022," kata Ahmad dalam jumpa pers di Markas Kepolisian Daerah NTT, Selasa (29/11/2022) petang.
Penambahan kuota itu, lanjut dia, disetujui setelah adanya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dan BPH Migas.
Menurut Ahmad, kelangkaan minyak tanah di Kota Kupang terjadi sejak awal bulan November 2022.
Hal ini disebabkan oleh adanya pengurangan kuota dari BPH Migas sebesar 3,84 persen.
Akibatnya, warga pun kesulitan memperoleh minyak tanah.
Puncaknya, terjadi antrean panjang di sejumlah lokasi pendistribusian minyak tanah.
Setelah adanya kebijakan penambahan kuota, maka pihaknya berupaya menormalkan kembali pendistribusian minyak tanah kepada masyarakat.
"Selama ini distribusi minyak tanah di NTT per hari sebesar 200 kilo liter. Maka distribusinya digandakan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat saat ini," kata dia.
Ia pun menjamin kondisi segera normal karena Pertamina akan bekerja all out.
Ahmad meminta masyarakat tidak perlu panik karena Pertamina menjamin tidak akan ada kelangkaan minyak tanah menjelang Natal dan Tahun Baru.
Sebelumnya diberitakan, warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah.