Berita NTT

Hingga Awal Desember 2022, Realisasi Belanja Negara Provinsi NTT Capai Rp 27,5 Triliun

Capaian realisasi belanja TKDD sebesar 83,9 persen atau Rp 19, 469 triliun, didorong utamanya oleh kinerja positif belanja DBH, DAU, dan Dana Desa.

Editor: Gordy Donovan
POS-KUPANG.COM
KONPERS - Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Negara / DJPb NTT, Catur Ariyanto Widodo memberikan keterangan pers melalui zoom meeting terkait APBN Kita Provinsi NTT. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Realisasi Belanja Negara Provinsi Nusa Tenggara Timur ( APBN NTT ) sebesar Rp 27,5 Triliun pada tahun 2022.

Realisasi belanja negara sebesar Rp 27,593 triliun atau 79, 5 persen dari alokasi pagu dengan capaian realisasi lebih tinggi 4,9 persen secara persentase dibandingkan realisasi periode tahun sebelumnya.

Capaian realisasi belanja TKDD sebesar 83,9 persen atau Rp 19, 469 triliun, didorong utamanya oleh kinerja positif belanja DBH, DAU, dan Dana Desa.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi NTT (Kepala Kanwil DJPb NTT), Catur Ariyanto Widodo.

Baca juga: Pria di NTT Garap Paksa Seorang Gadis yang Baru Pulang Kerja, Polisi Kini Buru Pelaku

 

Catur Ariyanto Widodo juga mengatakan, capaian tertinggi dari realisasi APBN NTT adalah komponen belanja pegawai karena belanja pegawai harus dikeluarkan setiap bulan untuk belanja gaji atau tunjangan para pegawai negeri sipil (PNS).

Belanja Barang adalah belanja yang akan diserahkan kepada masyarakat atau pemerintah daerah, belanja barang operasional dan sebagainya.

Belanja modal terkait dengan pembangunan infrastruktur di NTT seperti jalan, irigasi ataupun jembatan. Kemudian Bantuan Sosial lebih khusus kepada perlindungan sosial.

Sampai dengan 31 Oktober 2022 realisasi komponen Belanja Pegawai sebesar 81,5 persen dari alokasi pagu Rp 3,35 triliun dan realisasi sebesar Rp 2,73 triliun.

Baca juga: Respon Kejari Sikka Terkait Aksi Damai Pegiat HAM di Maumere

Belanja Barang mengalami akselerasi pada Oktober tahun lalu hingga Oktober tahun ini terealisasi sebesar 67,9 persen dari alokasi pagu sebesar Rp 4,79 triliun dan realisasi sebesar Rp 3,25 triliun.

Kemudian Belanja Modal sebesar 63,6 persen dari alokasi pagu sebesar Rp 3,33 triliun dan realisasi sebesar Rp 2,12 triliun dan Bantuan Sosial sebelum 66,0 persen dari alokasi pagu sebesar Rp 20,05 miliar dan realisasi sebesar Rp 13,23 miliar.

"Kalau kita lihat belanja modal masih memungkinkan untuk diakselerasi terkait dengan kontrak-kontrak kerja tahun 2022,"terangnya pada Kamis, 8 Desember 2022.

Kinerja Belanja Pemerintah Pusat mencapai 70,6 persen atau Rp8,123 triliun realisasi untuk komponen belanja barang, modal dan bansos akan mengalami akselerasi pada November dan Desember, seiring dengan penyelesaian kontrak-kontrak atas pekerjaan di Tahun Anggaran 2022. (Pos Kupang)

Berita NTT lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved