Gempa Bumi di Bali
Gempa 5,2 SR Guncang Karangasem Bali dan Sekitarnya, Warga Diminta Jangan Panik
"Tembok rumah Made Nangun dan I Komang Agung Arya di Banjar Ekadnyana, Desa Tianyar jebol," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem.
Sejumlah pasien RSUD Karangasem kalang kabut akibat diguncang gempa beberapa kali.
Pasien di RSUD berhamburan keluar kamar menggunakan bed, dengan kondisi masih terpasang infus.
Baca juga: Polisi Amankan 12 Warga Pelempar Mobil di NTT, 9 Orang Diantaranya Pelajar, Diduga Mabuk Miras
Mereka didampingi perawat yang berjaga.
Kepala Instalasi dan Pemasaran, RSUD Karangasem, Ni Ketut Sukaniti mengaku belum mengetahui kondisi pasien di RS Karangasem.
"Saya masih di rumah. Jadi belum mengetahui kondisinya pasien di RSUD Karangasem. Semoga aman," kata Ketut Sukaniti.
BPBD Kabupaten Karangasem membangun dua unit tenda di sekitar RSUD Karangasem, Selasa malam setelah gempa.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Karangasem, I Putu Eka Tirtana, mengatakan, pemasangan 2 unit tenda itu khusus untuk pasien mengantisipasi gempa susulan, sehingga keselamatan pasien terjamin.
Eka Tirtana mengatakan, untuk sementara beberapa pasien dirawat di luar ruangan, hingga kondisinya membaik.
Tujuannya mengantisipasi hal yang tak diinginkan.
Tim TRC BPBD Kabupaten Karangasem juga melakukan asesmen ke Rumah Sakit Balimed Karangasem akibat adanya video yang beredar.
"Hasilnya tidak ada kerusakan apa pun, hanya pasien, penunggu pasien dan staf rumah sakit panik keluar," katanya.
Salah satu warga di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Luh Suweca mengatakan guncangan gempa terasa cukup keras.
“Saat gempa saya lagi di dapur, tiba-tiba terasa getaran cukup keras,” katanya saat dihubungi.
Dia mengaku merasakan guncangan gempa sebanyak dua kali dengan getaran yang hampir sama.
Setelah gempa terjadi beberapa genting rumahnya bergeser dan hampir jatuh.