Berita NTT

Wartawan Pos Kupang Juara 3 Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari KKP RI, Oncy Rebon: Terima Kasih

Baginya, Pos Kupang bukan saja rumah belajar dan membimbing para jurnalis handal tetapi juga ruang mengekspresikan potensi literasi sangat luar biasa

Editor: Gordy Donovan
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
TERIMA PENGHARGAAN - Jurnalis Pos Kupang, Dionisius Lagaama Rebon saat menerima penghargaan Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Senin, 26 Desember 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Elisabeth Eklesia Mei

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Jurnalis Harian Pos Kupang, Dionisius Lagaama Rebon sukses meraih juara 3 Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari (ASJB) yang diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Penyerahan penghargaan yang berlangsung di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Gambir, Senin, 26 Desember 2022 ini dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono, Sekjen KKP, Antam Novambar, Perwakilan PT. Pertamina, para pegawai eselon 1 KKP serta para tamu undangan.

Saat diwawancarai, Jurnalis Harian Pos Kupang, Dionisius Lagaama Rebon menyampaikan terima kasih kepada KKP RI yang telah memberikan penghargaan kepadanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada, Harian Pos Kupang yang sudah menjadi rumah belajar dan wadah untuk membentuk serta membimbing para jurnalis unggul.

Baca juga: Pengendara Sepeda Motor Diduga Terseret Banjir, Motor Tergeletak di Kali Lendong

 

Baginya, Pos Kupang bukan saja rumah belajar dan membimbing para jurnalis handal tetapi juga ruang mengekspresikan potensi literasi yang sangat luar biasa.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Mas Hasyim Ashari serta para redaktur-redaktur hebat yang selalu membimbing serta mendukung saya dalam menulis,"ucapnya.

Pria yang akrab disapa Onchy ini menuturkan bahwa, penghargaan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar di lapangan.

"Saya tidak hebat. Para inspirator dan guru-guru serta senior dan teman-teman jurnalis saya yang hebat. Saya hanya bisa belajar dan terinspirasi dari para senior, teman-teman jurnalis untuk menulis dan berbagi pengalaman. Mereka memberikan saya banyak hal,"tegasnya.

Pria Kelahiran Desa Wulublolong, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur ini mengisahkan, lahirnya karya jurnalis dengan judul " Budidaya Ikan Air Tawar Sistem Bioflok, Strategi Jitu Tekan Angka Stunting dan Kemiskinan di Perbatasan RI-RDTL" ini bermula atas keprihatinannya terhadap angka penularan prevelensi stunting di Kabupaten Timor Tengah Utara yang menduduki urutan pertama di Provinsi NTT pada awal Januari 2022 lalu.

Hal ini, semakin diperparah oleh kondisi ekonomi keluarga penderita stunting yang boleh dikatakan kurang mampu atau jauh dari kata layak di wilayah tersebut.

Baca juga: Tim SAR Gabungan Belum Temukan Warga Kampung Bonda Manggarai Barat

Mengutip pernyataan Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Timor Tengah Utara, Ir. Marselina Sunu yang menjelaskan bahwa tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten TTU masih minim serta bantuan Budidaya Ikan Air Tawar Sistem Bioflok KKP yang akhir-akhir ini telah melahirkan beberapa pembudidaya ikan di Kabupaten TTU, Oncy kemudian mulai menggali informasi perihal dampak nyata program tersebut di lapangan.

Program KKP tentang Budidaya Ikan Air Tawar Sistem Bioflok, ujar Oncy mengutip pernyataan Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten TTU, memiliki dampak yang cukup ampuh dalam upaya mendorong peningkatan ekonomi dan pemenuhan gizi masyarakat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved