Berita NTT

Bupati Alor, Amon Djobo Ancam Pecat ASN yang Terlibat Politik Praktis

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, M.A.P tegaskan akan memecat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD yang terlibat politik praktis.

Editor: Gordy Donovan
POS-KUPANG.COM
BERI ARAHAN -Drs. Amon Djobo, M.A.P usai memberikan arahan dalam Apel Kesadaran Korps Pegawai Negeri Sipil, Selasa 17 Januari 2023 di Lapangan Upacara Sekretariat Daerah Kabupaten Alor. 

TRIBUNFLORES.COM, KALABAHI - Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, M.A.P tegaskan akan memecat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD yang terlibat politik praktis.

Hal ini disampaikan dalam Apel Kesadaran Korps Pegawai Negeri Sipil, Selasa 17 Januari 2023 di Lapangan Upacara Sekretariat Daerah Kabupaten Alor.

"Teman-teman tahun ini kita sudah memasuki tahun politik, saya minta teman-teman tidak boleh terlibat. Berhenti sudah. Pengalaman saya di masa 5 tahun lalu itu ada 15 ASN yang dipecat, diberhentikan," kata Amon.

Selain itu Amon menyapaikan dirinya sudah berulangkali mengigatkan ASN di tiap kegiatan, agar tidak terlibat kampanye.

Baca juga: KPU NTT Uji Publik Rancangan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD NTT.

 

"Sudah saya omong di apel-apel model seperti begini, kita ini punya tugas hanyalah memilih orang-orang di DPD, DPRD, DPR, termasuk Presiden. Saya kemarin ada di Pantar Timur, itu tokoh masyarakat, tokoh agama sudah omong dengan saya, bapa ini pegawai negeri jangan kampanye. Tidak kerja pergi demo di Jakarta, tidak kerja urus kandidat. Bagaimana pegawai negeri model ini. Pegawai Negeri dilarang keras! itu tabu bagi pegawai negeri," jelas Amon.

Amon menyarankan, jika ada yang ingin terlibat, lebih baik mundur dari tugasnya sebagai PNS.

"Kalau saudara mau masuk jadi bupati, wakil bupati, ya mundur dari Pegawai Negeri. Supaya masuk sudah di dewan situ. Mau bolak balik birokarsi ini pun terserah. Kita PNS ini dilarang terlibat model begitu," ucapnya.

Lebih lanjut Amon mengatakan, jika ada yang terlibat Politik Praktis maka akan dipecat.

"Itu kalau camat-camat atau sekda yang model begitu nonjobkan saja, berhentikan! Biar saya tidak jadi Bupati juga, besok senin saya lantik baru, ganti titik," ujarnya tegas.

Amon juga membagikan pengalaman pahitnya lima tahun lalu, saat masyarakat melapor ada ASN yang terlibat politik praktis hingga akhirnya dipecat.

"Lima tahun yang lalu terlalu pahit. Karena teman-teman yang berdiri di belakang saya ini tidak mengarahkan. Aparatur bermain enak. Setelah itu masyarakat lapor, periksa, pecat. Akhirnya begitu banyak orang yang sekarang koar-koar di media massa. Itu yang koar-koar di media massa itu penjahat semua karena tidak kerja, urus politik. Padahal bukan haknya," terang Amon.

Baca juga: Kendalikan Inflasi, Jokowi Minta Kepala Daerah Sering Masuk Pasar, Cek Harga Pangan

"Jadi masih jauh-jauh hari saya omong. Teman-teman jangan sampai terantuk pada batu yang sama. berhenti yang model begitu. Nanti masuk TPS pilih iblis, ko setan, ko suanggi, itu kamu punya urusan," kata Amon.

Amon kembali mengigatkan, akan gejolak politik di tahun yang akan datang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved