Berita Sikka
Listrik PLTS Milik PLN di Palue Belum Nyala 24 Jam, Warga Bilang Belum Maskimal
Warga Desa Maluriwu, Kecamatan Palue di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluh soal listrik.
Penulis: Gordy Donovan | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Tokoh-masyarakat-Maluriwu-Emanuel-Lengo-saat-menunjukan-Meteran-Listrik-PLN.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Warga Desa Maluriwu, Kecamatan Palue di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluh soal listrik.
Tokoh masyarakat setempat, Selestinus Laba (50) mengaku listrik Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum nyala 24 jam dan juga belum maksimal.
"Soal prioritas kebutuhan masyarkat palue saat ini adalah listrik. Bahwa masyarakat palue berterima kasih kepada bapak Presiden Joko Widodo. Dengan adanya program Kecamatan Terang hari ini kami masyarakat palue setelah 77 tahun indonesia merdeka kami boleh menikmati listrik yakni dengan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Surya,"ujar Selestinus saat dijumpai di Maluriwu, Palue, Sabtu 21 Januari 2023.
Mantan Kades Maluwiru tiga periode ini mengatakan semestinya keberadaan PLTS ini tidak hanya untuk melayani kebutuhan penerangan akan tetapi bisa mendukung kegiatan ekonomi rumah tangga,kegiatan pendidikan mulai dari tingkat PAUD- SMAK, mendukung kegiatan pelayanan kesehatan di polindes, pustu dan puskesmas,mendukung kegiatan pelayanan keagamaan,kegiatan penyelengaraan pemerintahan baik di tingkat desa dan kecamatan, untuk kebutuhan pelayanan telekomsel.
Baca juga: SMAK St. Benediktus Hadir di Palue, Rd Leksi Luna: Kami Bantu Orangtua
"Sayangnya PLTS yang ada tidak bisa melayani kebutuhan masyarakat secara maksimal malah justru sangat mengecewakan kami masyarakat,"ujarnya.
Ia berharap pihak pemerintah pusat dalam hal PLN Pusat bisa mendatangkan tambahan gengset ukt menambah kekuatan sehingga bisa memenuhi kebutuhan2 masyarakat.
Selain itu kami juga mengharapkan agar pihak PLN Pusat bisa sesegera memperluas pemasangan jaringan listrik ke Desa Lidi Kecamatan Palue Kabupaten Sikka Propinsi NTT.
Kata dia, PLTS yang sudah terbangun saat ini baru melayani 7 Desa dalam wilayah Kecamatan Palue, sementara 1 desa lainnya yakni Desa Lidi sama sekali belum menikmati listrik PLTS.
"Dengan demikian apabila 8 Desa di Kecamatan Palue bisa mengakses aliran listrik maka program Bapak Presiden Joko Widodo tentang Kecamatan Terang khusus untuk kami di Kecamatan Palue benar-benar telah tercapai,"ujarnya.
Warga lainnya, Emanuel Lengo (65) mengatakan listrik di wilayah itu belum maskimal karena siang hari pasti padam.
Sedangkan sore atau malam hari baru nyala kembali tergantung cuaca alam. Jika terang dan matahari bagus maka malam hari listrik padamnya agak lama sekitar pukul 22.00 Wita. Jika tidak sebelum itu sudah padam.
Baca juga: Kisah Yasinta Melahirkan di Atas Perahu Motor saat Dirujuk ke Maumere
"Beginilah kondisinya, jadi siang padam, malam baru nyala kembali, belum 24 jam, banyak alat elektronik tidak bisa dipakai, rice cocker tidak bisa dipakai, apalagi alat pertukangan tidak bisa digunakan,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) St.Benediktu Palue, Rd.Leksi Luna mengakui pihaknya terpaksa harus menggunakan genset dan harus mengeluarkan biaya 650 ribu perbulan.
PLTS yang ada saat ini memang belum begitu maksimal melayani kebutuhan masyarakat. Butuh pembenahan sehingga suatu saat nanti Pulau Palue akan 24 jam menikmati listrik PLN.