Berita Sikka

Kisah Yasinta Melahirkan di Atas Perahu Motor saat Dirujuk ke Maumere

Warga Sikka ini melahirkan didalam pukat diatas perahu motor nelayan saat hendak dirujuk ke rumah sakit di Maumere Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT.

Penulis: Gordy Donovan | Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES. COM/GORDY DONOFAN
CERITA - Ibu Yasinta Meti (pakai baju biru celana kuning, pangku anaknya ketika duduk cerita bersama warga Desa Maluriwu, Kecamatan Palue di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Jumat 20 Januari 2023. 

TRIBUNFLORES. COM, MAUMERE - Masih bekas dalam ingatan Yasinta Meti (32). 11 tahun lalu ia harus berjuang untuk melahirkan anak keduanya.

Pada saat itu warga Dusun Ratu Malu Desa Maluriwu ini harus dirujuk ke Maumere.

Berkat diskusi bersama pihak keluarga dengan bidan di Puskesmas Palue, Yasinta harus dibawa ke Maumere saat itu.

Dengan alat transportasi berupa perahu motor milik nelayan setempat, Yasinta bersama suami dan bidan serta pemilik perahu motor, mereka berangkat.

Baca juga: Warga Desa Lidi di Pulau Palue Andalkan Air Hujan, Air Bersih Beli di Pulau Flores

 

Yasinta pun sudah mulai merintih kesakitan. Jarak tempuh dari Palue ke Maumere sekitar 4 hingga 5 jam perjalanan. Baru dua jam perjalanan, Yasinta melahirkan.

"Waktu itu tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai. Saya ingat sekali tanggal 14 November 2011 pukul 09.00 Wita. Tinggal 2 jam sampai Maumere saya melahirkan. Akhirnya balik lagi ke Palue. Kami sekitar 5 orang waktu itu. Lahir dipukat ikan dalam perahu motor. Saat itu saya tidak kasitau bidan yang ikut dengan kami saat itu. Mereka tau sudah melahirkan. Nama anak saya ini Yosefa Punga, sekarang kelas 5 SD dan sudah berusia 11 tahun saat ini, "ujar Yasinta saat dijumpai Jumat 20 Januari 2023.

Ia mengatakan saat itu kembali ke Palue untuk melakukan pemulihan di Puskesmas Palue.

Ia mengaku hingga sekarang tidak ada alat transportasi laut dari Puskesmas yang disediakan untuk merujuk pasien.

Ia berharap agar pemerintah memperhatikan sehingga masyarakat tidak harus ke Maumere untuk melahirkan dan bila perlu dibutuhkan ambulance laut atau Rumah Sakit terapung untuk melayani pasien atau warga yang berada di Palue atau pulau lainnya di Kabupaten Sikka.

"Waktu itu kami balik ke Puskesmas untuk pemulihan," ujar istri dari Yohanes Ndao (35) ini.

Baca juga: Koramil Talibura Bantu Korban Angin Puting Beliung

Meninggal di Tengah Jalan

Warga lainnya, Emanuel Lengo (65) mengatakan fasilitas kesehatan di Palue belum memadai sehingga pasien harus dirujuk ke Maumere.

Kejadian pasien melahirkan, meninggal dunia di tengah jalan sudah seringkali dan ini menjadi perhatian bersama.

"Kejadian pasien meninggal di tengah jalan. Sekarang rujuk itu biayanya ditanggung oleh keluarga pasien dari Palue ke Maumere," ujar Emanuel.

Ia berharap harus ada ambulance laut sehingga ketika merujuk pasien bisa cepat dan safety.

"Mestinya alat transportasi yang bagus. Ambulance laut sebenarnya harus ada. Banyak yang meninggal di jalan itu karena memang pertolongan lama. Dari Palue ke Maumere 4 sampai 5 jam. Karena pengalaman selama ini ada orang bersalin di tengah laut, orang sakit muat pakai perahu nelayan ke Maumere,"pungkas dia. (gg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved