Berita Rote Ndao
Lima Jam Menunggu di Puskesmas Ba'a, Ibu dan Bayi Meninggal
Kematian ibu melahirkan terjadi di Rote Ndao.Ibu hamil baru mendapatkan pelayanan petugas kesehatan setelah lima jam menunggu di Puskesmas Ba'a.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PUSKESMAS-BAA.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A- Ibu hamil berinisial FMS asal Desa Tuanatuk, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao dan bayina meninggal dunia diduga karena terlambat dirujuk ke RSUD Ba'a, Kabupaten Rote Ndao pada Senin, 3 April 2023. Sebelumnya, FMS telah menunggu lima di Puskesmas Ba'a baru mendapatkan pemeriksaan oleh bidan bertugas saat itu.
Tak hanya nyawa sang ibu, nyawa sang bayi juga tak bisa diselamatkan. Meninggalnya ibu dan bayinya tersebut diduga karena kelalaian petugas medis dari UPTD Puskesmas Ba'a, Kabupaten Rote Ndao.
Sanak keluarga FMS yang tidak mau disebutkan namanya menduga FMS dan bayi yang dikandungnya meninggal akibat kelalaian petugas medis Puskesmas Ba'amendiagnosa dan menangani pasien bersalin.
Ia mengisahkan, pada mulanya FMS merasa perutnya sakit dan diantar keluarga ke Puskesmas Ba'a pada Minggu, 2 April 2023 sekira pukul 12.00 Wita. Setibanya di Puskesmas Ba'a, keluarga dan FMS harus menunggu hingga sekitar pukul 17.00 Wita baru mendapat pemeriksaan oleh tim medis.
Baca juga: Mabes Polri Bantu Dua Kapal Patroli ke Polda NTT, Ditempatkan di Labuan Bajo dan Rote Ndao
Diterangkan keluarga FMS, saat diperiksa, FMS didiagnosa oleh bidan menyatakan FMS baru mengalami pembukaan pertama, sehingga masih diperbolehkan pulang karena masih lama persalinannya.
"Setelah tunggu dari pukul 12.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita (5 jam) baru diambil tindakan medis oleh bidan yang bertugas. Hasil pemeriksaaan yang dilakukan FMS baru mengalami pembukaan pertama dan jantung bayi normal (sehat), sehingga masih boleh pulang," terang keluarga FMS.
Saat berada di rumah, pada Senin, 3 April 2023, sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, FMS kembali mengeluh sakit perut dan dia kembali diantar ke Puskesmas Ba'a.
Keluarga FMS yang tidak mau disebutkan namanya itu menjelaskan, sekitar pukul 09.00 Wita, dirinya kembali ke Puskesmas Ba'a, dan FMS sudah dipasang infus dan oksigen (O2).
Baca juga: Asprov NTT Buka Ruang untuk Perseftim Ikut Liga III El Tari Memorial Cup di Rote Ndao
"Saat itu kami sudah tidak bisa masuk ruangan FMS dirawat. Informasi yang diperoleh dari petugas medis yang bertugas bahwa air ketuban sudah pecah," ujarnya.
Masih kata keluarga FMS, sekitar pukul 10.00 Wita, FMS akhirnya dirujuk ke RSUD Ba'a guna mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.
"Sampai di RSUD Ba'a, dokter yang bertugas sampaikan bahwa pasien sudah terlambat dirujuk. Kemungkinan air ketuban sudah pecah, sehingga bayi tidak bisa keluar serta FMS juga juga sudah dalam kondisi sangat lemas," kata dia.
Dalam penanganan tim medis RSUD Ba'a tersebut, FMS tidak bisa tertolong, dan akhirnya meninggal dunia Senin, 3 April 2023 sekitar pukul 17.00 Wita.
Baca juga: Batu Meko, Batu Unik di Pulau Landu Thie Rote, Bunyinya Mirip Gong
Kepala UPTD Puskesmas Ba'a, drg. Gevilawati Pandie yang dikonfirmasi awak media pada Selasa, 4 April 2023 petang menyarankan media menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao.
"Mohon maaf sebelumnya, kalau soal kematian ibu dan bayi itu, bisa langsung konfirmasi ke pimpinan dalam hal ini Kepala Dinas Kesehatan. Terima kasih," tulis drg. Gevilawati singkat.