Kamis, 14 Mei 2026

Kekeringan di NTT

Lahan Sawah di Malaka Kering, Petani Terancam Gagal Panen

Saya punya lahan sawah memang sudah mengalami kekeringan total dan tidak ada harapan lagi sehingga tanaman padi dijadikan makanan ternak sapi

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Lahan Sawah di Malaka Kering, Petani Terancam Gagal Panen
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA
Lahan sawah petani di Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah mengalami kekeringan. Dan tanaman padi tersebut dijadikan makanan ternak sapi, Sabtu 7 Oktober 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN- Lahan sawah sekitaran wilayah Desa Suai dan Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, dilanda kekeringan. Ini sesuai pantauan POS-KUPANG.COM, Sabtu 7 Oktober 2023. 

Kekeringan ini menyebabkan beberapa lahan sawah pada musim tanam kedua (MT2) di dua desa tersebut terancam gagal panen. 

"Ini terancam gagal panen karena memang sudah tidak ada air untuk disedot pakai mesin," jawab Rosa selaku pemilik lahan sawah di Desa Suai tersebut.

Rosa tidak mengetahui secara jelas akibat dari kekeringan ini. Apakah karena kemarau panjang ataukah efek lainnya ia tidak mengetahui secara pasti. 

Baca juga: Ada Kasus Penyelewengan Dana Desa, KorKab Sikka Sebut Kewenangan Pendamping Desa Terbatas

"Tahun sebelumnya tidak mengalami kemarau panjang seperti saat ini. Air dalam saluran irigasi berjalan lancar tapi ini benar-benar mengalami kekeringan panjang," sebutnya. 

Bere Metan selaku petani di Desa Kletek pun mengakui hal yang sama. "Kita ingin supaya pemerintah daerah mencari solusi untuk mengatasi kekeringan ini kalau tidak maka musim tanam kedua atau MT2 benar - benar terancam gagal panen," ucapnya. 

"Sesuai amatannya air irigasi berjalan namun tidak sampai ke lokasinya, air irigasi hanya sampai di lahan sawah orang-orang sekitaran wilayah Bakateu dan Laran saja apakah debit air berkurang atau tidaknya kita tidak tahu karena belum ada penjelasan dari dinas terkait," kritiknya. 

Sehingga, lanjut Bere Metan, untuk lahan sawah di wilayah Bakateu dan Laran di musim tanam kedua atau MT2 ini dugaannya tidak akan terancam gagal panen seperti lahan sawah miliknya. 

 

Baca juga: Penampilan Menghibur Anak Laskar Pelangi Topak Meriahkan Festival Golo Curu di Ruteng 

"Saya punya lahan sawah memang sudah mengalami kekeringan total dan tidak ada harapan lagi sehingga tanaman padi dijadikan makanan ternak sapi," jelasnya. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Januaria Maria Seran mengatakan, di musim tanam kedua atau MT2 ini memang permasalahannya adalah ketersediaan air suplai air daripada saluran irigasi yang ada di Kabupaten Malaka.

"Ini adalah hal-hal yang memang mempengaruhi proses produksi tetapi kita selalu berkoordinasi dengan dinas teknis dalam hal ini Dinas PU Kabupaten Malaka Bidang Pengairan Irigasi agar  mereka di dalam dinamika buka tutup pintu dinamika untuk mengatur saluran irigasi sekunder itu bisa berjalan baik sehingga bisa mengalir sampai di lahan-lahan sawah petani-petani kita," paparnya.

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH.,MH mengatakan, terkait dengan kekeringan ini pihaknya sudah menginstruksikan kepada Dinas PU Kabupaten Malaka dan Dinas Pertanian Kabupaten Malaka supaya mengecek bendungan. 

 

Baca juga: Sudah 4 Hari Dicari, Turis Cina Hilang di Long Beach Labuan Bajo Belum Ditemukan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved