Jumat, 15 Mei 2026

Kekeringan di NTT

Lahan Sawah di Malaka Kering, Petani Terancam Gagal Panen

Saya punya lahan sawah memang sudah mengalami kekeringan total dan tidak ada harapan lagi sehingga tanaman padi dijadikan makanan ternak sapi

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Lahan Sawah di Malaka Kering, Petani Terancam Gagal Panen
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA
Lahan sawah petani di Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah mengalami kekeringan. Dan tanaman padi tersebut dijadikan makanan ternak sapi, Sabtu 7 Oktober 2023. 

 

 

 

"Kalau melihat kondisi memungkinkan  saya turun untuk saya lihat dimana yang harus kita buka iya kita buka. Tapi minta maaf teman-teman inikan kami kadang terbentur kewenangan saluran primer harusnya punya kewenangan provinsi kami tidak bisa bongkar sembarang kalau tidak kami kena teguran karena harus koordinasi dulu dengan provinsi kalau mereka bilang silakan atau mereka bilang ouw iya kami siapakan tenaga kami turun nah ini yang kita harus bangun terus koordinasi tapi kalau kewenangan daerah kita langsung eksekusi," demikian. 

Sebagai informasi, sebelumnya dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) memprediksi fenomena El Nino bakal mengakibatkan musim kemarau ekstrem alias lebih kering dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab menyebut puncak musim kering tersebut bakal terjadi di bulan Agustus hingga September 2023.

Menurutnya, sudah 63 persen wilayah di Indonesia yang telah memasuki musim kemarau.

"BMKG membuat zona musim di mana kami mengkategori zona musim di Indonesia sebanyak 699 zona dan sudah sekitar 63 persen dari 699 zona yang sudah memasuki periode musim kemarau,” kata Fachri dalam Forum Merdeka Barat di Jakarta, Senin (31/7/2023).

Fachri menjelaskan wilayah-wilayah itu kekinian terdampak langsung dari fenomena el nino.

Dia bilang akibat El Nino bulan dengan akhiran ber (September, Oktober, November, dan Desember) ada indikasi belum akan masuk musim hujan.

"Perkiraan kita pucak musim kemarau September, kalau dulu kita tahunya bulan ber-ber itu musim hujan saat ini dari sisi spasialnya tidak sama seluruh wilayah Indonesia,” tutur Fachri.

BMKG, lanjut dia, mencatat di wilayah Maluku dan juga di beberapa sebagian Papua itu bahkan belum masuk musim kemarau.

“Memang lazimnya seperti itu," tuturnya.

Fachri menambahkan musim kemarau yang berpotensi lebih kering ini tidak rata terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Wilayah berpotensi mengalami kemarau yang lebih kering yakni sebagian besar di pulau Sumatera dan Jawa.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved