2 November Hari Arwah
Sejarah Hari Arwah, Kenapa 2 November Disebut Hari Arwah dalam Tradisi Gereja Katolik
Penetapan 2 November memiliki alasan tersendiri. Simaklah sejarah Hari Arwah dan Kenapa 2 November Disebut Hari Arwah
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/gerejja.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Tanggal 2 November merupakan momen perkabungan bagi umat Katolik sedunia.
Tanggal 2 November ditetapkan sebagai hari arwah. Momen Umat Katolik mendoakan orang yang telah meninggal.
Di wilayah tertentu, pada 2 November warga katolik mengunjungi pusara sanak keluarganya yang telah meninggal lalu menaburi dengan bunga dan beroa.
Penetapan 2 November memiliki alasan tersendiri. Simaklah sejarah Hari Arwah dan Kenapa 2 November Disebut Hari Arwah dalam Tradisi Gereja Katolik.
Baca juga: Kumpulan Teks Doa Pagi, Doa Harian Umat Katolik
Sejarah
Sejak awal Kristianitas, praktik dan tradisi memperingati dan mendoakan arwah telah berkembang di dalam Gereja melalui teks-teks liturgi awal.
Praktik mendoakan arwah telah dilakukan sejak Perjanjian Lama, tepatnya ketika Yudas Makabe mendoakan arwah orang-orang yang gugur dalam pertempuran melawan Gorgias (2 Mak 12:38-45).
St. Paulus pun berdoa bagi Onesiforus, kawan yang mengunjunginya di Roma (2 Tim 1:18).
Pada abad ke-4, St. Yohanes Krisostomus, Uskup Agung Konstantinopel, berpesan dalam homilinya.
“Baiklah kita membantu dan mengenangkan mereka [yang telah meninggal]. Kalau anak-anak Ayub saja telah disucikan oleh kurban yang dibawakan oleh bapanya (Ayb 1:5).
Bagaimana kita dapat meragukan bahwa persembahan kita membawa hiburan untuk orang-orang mati?
Jangan kita bimbang untuk membantu orang-orang mati dan mempersembahkan doa untuk mereka.”
Pada abad-abad awal Kristianitas, nama-nama umat beriman yang telah meninggal dicatat pada plakat yang disebut diptych.
Praktik mendoakan orang-orang mati menjadi tradisi Biara Benediktin sejak abad ke-6 dan dirayakan pada hari Sabtu sebelum Pentakosta.