Selasa, 12 Mei 2026

Berita Lembata

Kelompok Siaga Bencana Desa Wuakerong Dilatih Penanganan Bencana

Kelompok Siaga Bencana Desa Wuakerong di Kabupaten Lembata diberikan materi dan pelatihan menghadapi tahapan-tahapan dalam penanganan bencana.

Tayang:
Penulis: Ricko Wawo | Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Kelompok Siaga Bencana Desa Wuakerong Dilatih Penanganan Bencana
TRIBUNFLORES.COM/HO
Pelatihan siaga bencana pada Selasa, 30 Januari 2024 di desa Wuakerong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata.  

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB/API) untuk Kelompok Siaga Bencana Desa adalah salah satu dari kegiatan Program Incident yang dilaksanakan oleh Catholic Relief Services (CRS) bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata, Selasa, 30 Januari 2024 di Desa Wuakerong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. 

Ketua KSB Desa Wuakerony, Konrardus B. Pukan, mengatakan segala bentuk bencana akan terjadi.  Karena itu, KSB harus memahami materi-materi dalam tiga tahapan bencana, yaitu pra, saat dan pasca bencana. 

Dia juga berterima kasih kepada CRS dan LSM Barakat yang telah mengadakan kegiatan tersebut. Ucapan terima kasih yang sama juga dia sampaikan kepada Tagana Lembata yang memberikan materi serta praktik pertolongan pertama gawat darurat dan evakuasi dengan sangat baik dan mudah dipahami. 

Ia berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan, baik itu dengan CRS dan Barakat ataupun dengan dukungan anggaran dari pemerintah desa. Pemateri berasal dari tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lembata dikoordinasi oleh Nikolaus Nunang.

Baca juga: Caleg DPR RI Shinta Maku Djawa Disambut Meriah di Baobolak Lembata

 

 

Aloysius Amuntoda, Field Officer Barakat untuk program Incident di Desa Wuakerong, mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk KSB secara khusus dan masyarakat secara umum mengingat bahwa telah terjadi banyak sekali bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, dan kekeringan, sehingga perlu adanya peningkatan kapasitas bagi KSB sebagai ujung tombak kebencanaan di desa.

Program pelatihan serupa juga akan dilakukan di Desa Lolong, Riabao, Bour dan Pasir Putih. Fokus program incident yaitu pada pertanian cerdas iklim dengan cara membuat demplot pertanian, Konservasi alam bersama kelompok anak muda, Pengurangan risiko bencana dengan Kelompok Siaga Bencana, dan ketahanan ekonomi pasca bencana dengan kelompok SILC. *

Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved