Minggu, 10 Mei 2026

Kasus Rabies di NTT

Seorang Anak di TTS Meninggal Akibat Rabies, Digigit Anjing 3 Agustus 2023

NK anak perempuan 11 tahun asal desa Oeleu, kecamatan Toianas, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dikabarkan meninggal akibat virus rabies.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Seorang Anak di TTS Meninggal Akibat Rabies, Digigit Anjing 3 Agustus 2023
TRIBUNFLORES.COM / GORDI DONOFAN
ILUSTRASI ANJING - Ilustrasi Dua ekor anjing.NK anak perempuan 11 tahun asal desa Oeleu, kecamatan Toianas, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dikabarkan meninggal akibat virus rabies. Kadis Kesehatan kabupaten TTS, dr. Ria Tahun menjelaskan, korban digigit anjing peliharaannya pada 3 Agustus 2023 di rumah korban sendiri. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

TRIBUNFLORES, SOE - NK anak perempuan 11 tahun asal desa Oeleu, kecamatan Toianas, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dikabarkan meninggal akibat virus rabies.

Informasi itu dibenarkan Kadis Kesehatan kabupaten TTS, dr. Ria Tahun saat dikonfirmasi Pos Kupang, Kamis, 1 Februari 2024.

dr. Ria menjelaskan, korban digigit anjing peliharaannya pada 3 Agustus 2023 di rumah korban sendiri.

"Anjing tersebut mengigit kaki kiri tepat di bawah lutut korban," ujarnya.

Baca juga: Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di TTS Tembus 3.206 Kasus, 15 Meninggal

 

"Pasca digigit anjing, korban tidak mencuci bekas luka gigitan dengan sabun pada air yang mengalir. Korban juga tidak mendapatkan VAR. Luka dibiarkan sembuh dengan sendirinya. Kejadian itu juga tidak dilaporkan ke Faskes terdekat," terangnya.

Dirinya mengatakan, petugas kesehatan sudah ke desa saat tracing, tetapi terkait kasus gigitan tersebut kepada petugas tidak dilaporkan oleh keluarga.

"Pada tanggal 29 januari 2024 timbul gejala keram pada kaki kiri korban. Selanjutnya tanggal 30 januari 2024 muncul gejala demam, takut asap, takut nyala api dan takut angin," tuturnya.

Kemudian kata Ria, pada 31 januari 2024 pukul 07.00 Wita keluarga melaporkan kondisi korban kepada TKD dengan keluhan demam, gelisah, takut angin dan takut air.
"Korban langsung dirujuk dan dirawat di puskesmas Hauhasi," imbuhnya.

Dijelaskan, selanjutnya pihak medis melakukan KIE agar korban dirujuk ke Rumah Sakit. Namun keluarga menolak. Pihak keluarga meminta korban dibawa pulang ke rumah.

"Petugas kabupaten sempat bertemu pasien di puskesmas Hauhasi. Sudah dilakukan KIE tetapi keluarga tetap menolak untuk dirujuk. Pada pukul 20.00 Wita pasien dan keluarga diantar pulang ke rumah," jelasnya.

"Menurut informasi pada tanggal 1 Februari 2024 dini hari pasien dinyatakan meninggal dunia," ucapnya.

NK merupakan korban kelimabelas yang meninggal akibat virus rabies di kabupaten Timor Tengah Selatan.

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Kelompok Mahasiswa Sumba Bacok Warga hingga Sekarat di Lasiana Kota Kupang

3.206 Kasus Gigitan

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved