Berita Lembata
Edukasi Anak Penyu Diutamakan di Lembata Harus Dilestarikan Bukan Ditangkap
Hana Svobodova terkejut saat memberikan edukasi tentang penyu kepada anak-anak di Pantai Waijarang, Kabupaten Lembata
Penulis: Ricko Wawo | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Hana-Svobodova-pendiri-Lembaga-Konservasi-Penyu-di-Indonesia.jpg)
Laporan Reporter Tribun Flores.Com, Ricko Wawo
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Hana Svobodova terkejut saat memberikan edukasi tentang penyu kepada anak-anak di Pantai Waijarang, Kabupaten Lembata, Senin, 20 Februari 2024.
Sebagai pembukaan, Hana bertanya kepada anak-anak apa yang mereka ketahui tentang penyu.
Seorang anak dengan lantang menjawab kalau daging penyu itu enak dan dia pernah menyantapnya. Tentu ini bukan jawaban yang dikehendaki Hana, Koordinator Proyek Konservasi Penyu (Save Turtle Organization) di Indonesia, termasuk di Lembata.
Kendati demikian, Hana paham kondisi sosial dan budaya masyarakat di Lembata yang masih mengeksploitasi penyu. Pelan-pelan, dengan bahasa Indonesia yang fasih, perempuan yang berasal dari Republik Ceko itu menjelaskan pentingnya penyu hidup di alam bebas.
Baca juga: Petani di Satar Mese Manggarai Senang Hasil Panen Melimpah
Dibantu relawan lainnya, Hana memberikan edukasi dengan banyak permainan supaya materi yang diberikan mudah dicerna.
Mereka diberikan kertas dengan gambar animasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat melihat penyu di pantai. Anak-anak juga diajari jenis-jenis penyu, predator pemburu penyu dan siklus hidup hewan yang bernapas dengan paru-paru itu.
Sejak tahun 2020, Lembaga Konservasi Penyu ini mendukung program pelestarian penyu yang dikelola Sahabat Penyu Loang dan Riangdua di Kabupaten Lembata.
Selama kurang lebih tiga hari ada di Lembata, Hana, Evita Bilkova dan Ivo Pardus meninjau program konservasi tersebut.
Hana ada tim bertemu dengan Dance Bitungraba, pegiat penyu di kampung Hule, Desa Nilanapo, Kecamatan Omesuri.