Berita Lembata
Turun Drastis Produksi Perikanan di Teluk Lewoleba
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata membeberkan berbagai sebab menurunya produksi perikanan dari tahun ke tahun di Lembata.
Penulis: Ricko Wawo | Editor: Egy Moa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/NELAYAN-LEWOLEBA.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo.
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Teluk Lewoleba sekian lama menjadi salah satu ‘lumbung’ ikan bagi masyarakat Lembata sekarang tidak seproduktif dulu lagi. Penurunan drastis lebih dari 50 persen diduga karena rusaknya terumbu karang.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Petrus S Atawuwur, mengungkapkan produksi perikanan antarpulau dari Lembata pada tahun 2023 sebanyak 471 ton. Jumlah itu menurun tajam dari produksi perikanan 2022 sebanyak 1140 ton. Penurunan produksi ikan terjadi dari tahun ke tahun.
Petrus mengatakan penurunan produksi terjadi karena ada penurunan daya dukung atau sumber daya perairan di Teluk Lewoleba yang menyuplai 80 persen produksi perikanan dari Lembata.
“Penurunan sumber daya perairan itu maksudnya teluk kita sudah menjadi tidak produktif akibat terumbu karang yang sudah rusak,” kata Petrus saat ditemui di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Senin, 26 Februari 2024.
Baca juga: Nelayan Datangi Dinas Perikanan Kabupaten Menolak Investasi Mutiara.
Dia menyebutkan 85 persen ekosistem laut di Teluk Lewoleba sudah rusak dan yang tersisa hanya ekosistem bakau yang 80 persennya masih baik. Padang lamun juga hampir semuanya sudah rusak.
Walhasil, rantai makanan biota laut terputus. Populasi ikan berkurang. Ini jadi sebab produktivitas perikanan dari Teluk Lewoleba menurun drastis.
Dampak dari semua ini adalah pendapatan nelayan akan menurun. Kontribusi sektor perikanan terhadap pendapatan asli daerah juga menurun.
“Kira-kira siklusnya seperti itu,” tambahnya.
Baca juga: 5 Event Wisata di Flores dan Lembata NTT Masuk Karisma Event Nusantara 2024
Lebih jauh, Petrus menyebutkan pada tahun 2023, ikan tembang dari Teluk Lewoleba juga sudah tidak bisa dikirim antar pulau karena memang produksi ikan tembang menurun drastis.
“Konsumsi ikan tembang di tengah masyarakat juga susah, padahal sebelumnya ikan tembang dari teluk Lewoleba bisa dikirim berton-ton ke luar daerah,” katanya.
Petrus mengakui sejumlah kebijakan perlu diambil untuk menyelamatkan Teluk Lewoleba dari kerusakan masif.
Kebijakan itu seperti pembatasan alat tangkap yang merusak lingkungan, melarang penggunaan alat tangkap yang tidak sesuai ketentuan, merehabilitasi terumbu karang, dan membuat aktivitas-aktivitas kelautan yang ramah lingkungan. *
Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News
Perikanan Lembata
Dinas Kelautan dan Perikanan Lembata
Teluk Lewoleba Lembata
TribunFlores.com hari ini
| Nelayan Datangi Dinas Perikanan Kabupaten Menolak Investasi Mutiara. |
|
|---|
| Budi Sun Resort, Destinasi Wisata Berburu Sunset dan Foto Instagramable di Maumere |
|
|---|
| Mobil Ketua Bawaslu Malaka Bergoyang saat Terjadi Gempa Bumi |
|
|---|
| Gempa Bumi, Pasien Lari Gendong Anak Keluar dari Puskemas Watubaing Kabupaten Sikka. |
|
|---|
| Budi Sun Resort Tawarkan Pemandangan Pantai & Taman, Cocok untuk Staycation |
|
|---|