Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Kementerian Agama Sikka

DWP Kemenag Sikka Gelar FGD Gelorakan Moderasi Beragama

"Jadi bukan agama yang harus dimoderasi,melainan cara penganut agama dalam menjalankan agamanya itulah yang harus dimoderasi,"katanya 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto DWP Kemenag Sikka Gelar FGD Gelorakan Moderasi Beragama
TRIBUNFLORES.COM/HO-SIPRI
DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka menggelar Focus Group Discussion (FGD) penguatan moderasi beragama dalam mewujudkan kerukunan umat beragama yang berlangsung di aula Kantor KUA Kecamatan Alok, Rabu 6 Maret 2024. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Pengurus Dharma Wanita Persatuan(DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka menggelar Focus Group Discussion (FGD) penguatan moderasi beragama dalam mewujudkan kerukunan umat beragama.

Kegiatan tersebut diikuti pengurus dan anggota DWP Kantor Kemenag Sikka yang berlangsung di aula Kantor KUA Kecamatan Alok, Rabu 6 Maret 2024.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KasubagTU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Muhammad Syafiuddin saat memberikan materinya mengatakan moderasi beragama adalah kunci toleransi dan kerukunan.

Dikatakannya, Moderasi beragama hadir bukan untuk menyamakan semua perbedaan tetapi membuat perbedaan semakin bisa diterima, dijalani bersama-sama dengan rukun dan mengedepankan toleransi beragama.

 

 

Baca juga: 20 ASN Agama Katolik Kantor Kemenag Sikka Ikuti Pembinaan

 

 

"Moderasi beragama adalah prinsip yang sangat penting dalam menjaga perdamaian dan harmoni di masyarakat. Dalam konteks yang cukup beragam seperti Kabupaten Sikka, kita harus belajar untuk hidup berdampingan dengan perbedaan agama, keyakinan, dan budaya. Inilah pentingnya toleransi beragama dalam bingkai moderasi beragama,"ujarnya

Dijelaskannya, Moderasi beragama bukan berarti memoderasi agama, atau merubah agama tapi bagaimana cara pandang kita tentang agama yang didalamnya sudah mengandung prinsip moderasi,keadilan,dan keseimbangan. 

"Jadi bukan agama yang harus dimoderasi,melainan cara penganut agama dalam menjalankan agamanya itulah yang harus dimoderasi,"katanya. 

Ia menambahkan Provinsi NTT adalah Provinsi dengan nilai indeks kerukunan tertingi pada tahun 2023, hal ini patut disyukuri karena kehidupan antar umat beragama di NTT pada umumnya dan secara khusus di Kabupaten Sikka agar selalu rukun aman dan damai. 

"Kita bersyukur Provinsi NTT pada tahun 2023 mendapatkan nilai indeks kerukunan tertinggi, oleh karena itu mari kita jaga kerukunan antar umat beragama yang sudah berjalan baik ini, dengan harapan kedepan lebih baik lagi,"jelasnya

Diharapkan Kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman pengurus dan anggota DWP Kantor Kemenag Kabupaten Sikka akan pentingnya moderasi beragama dan memberikan dorongan untuk menjadi duta moderasi beragama. Dengan semangat toleransi, Kabupaten Sikka diharapkan akan terus menjadi contoh kerukunan antar umat beragama.


Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved