DBD di Ngada
Jumlah Pasien DBD di Ngada Mulai Menurun, Masyarakat Tetap Waspada
- Jumlah pasien Demam Berdarah Dengue atau DBD yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa di Kabupaten Ngada mulai menurun.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kasus-DBD-di-Sikka-Dinkes-Catat-hingga-November-2022-Ada-406-Kasus-DBD.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Oris Goti
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Jumlah pasien Demam Berdarah Dengue atau DBD yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa di Kabupaten Ngada mulai menurun.
Direktris RSUD Bajawa dr. Paulina H. H. Pelletimu, kepada TRIBUNFLORES.COM dalam keterangan tertulisnya mengatakan, saat ini per 18 Maret 2024, pasien yang dirawat RSUD Bajawa berjumlah 24 pasien.
Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan bulan Februari 2024, dimana jumlah pasien saat itu mencapai angka 31 pasien.
Dokter Paulina mengimbau masyarakat Kabupaten Ngada untuk tetap waspada terhadap DBD. Dia juga berharap pasien DBD tidak bertambah.
Baca juga: BREAKING NEWS : RSUD Maumere Rawat 22 Pasien DBD, 18 Orang Pasien Anak
Dia menerangkan, DBD merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian dan dapat terjadi karena lingkungan yang kurang bersih.
Salah satu upaya yg bisa dilakukan untuk mencegah merebaknya DBD adalah dengan melakukan 3M Plus.
Dokter Paulina kemudian menjelaskan secara rinci, 3 M Plus yang dimaksud.
1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan atau menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, drum dan tempat penampungan air lainnya.
Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut.
| Dapat Beras Gratis dari Polisi, Warga Sikka: Alhamdulillah Terbantu Pas Harga Lagi Mahal |
|
|---|
| Masuk KEN 2024, Festival Golo Koe Labuan Bajo Kembali Digelar Tahun Ini Angkat Tema Ekonomi Integral |
|
|---|
| Karutan Maumere Hadiri Sosialisasi Pencegahan Gratifikasi, SPIP, Mitigasi Risiko dan ZI. |
|
|---|
| Kasus DBD di Sikka Mencapai 577 Kasus, Dinas Kesehatan Bersama Lintas Sektor Berantas Sarang Nyamuk |
|
|---|