Rabu, 22 April 2026

Berita Rote Ndao

Kades Tebole Ancam Pendeta GMIT Diselesaikan di Gereja

Pengancaman oleh Kepala Desa Tebole di Kecamatan Rote Selatan dengan pendeta gereja GMIT Betesda Talae disepakati diselesaikan secara damai.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Kades Tebole Ancam Pendeta GMIT Diselesaikan di Gereja
POS-KUPANG.COM/HO
Kepala Desa Tebole, Mesak Jeferson Ndun dan Ketua Majelis Jemaat GMIT Betesda Talae Mok, Pdt. Chaterina Inya Mone Ramba Deta berjabat tangan setelah tanda tangan surat perdamaian. Minggu, 21 April 2024.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM,BA'A-Polemik Kepala Desa Tebole, Rote Selatan, Mesak Jeferson Ndun yang diduga mengancam Ketua Majelis Jemaat GMIT Betesda Talae Mok, Pdt. Chaterina Inya Mone Ramba Deta berakhir dama

Masalah ini  diselesaikan secara damai di Gereja GMIT Betesda Talae Mok, Desa Tebole, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao. Minggu, 21 April 2024.

Diketahui polemik antara kepala desa dan pendeta ini tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/B/06/III/2024/SPKT/Polsek Rote Selatan/Polres Rote Ndao/Polda NTT tanggal 28 Maret 2024 tentang dugaan tindak pidana pengancaman.

Adapun perdamaian Kepala Desa Tebole dan Pendeta tersebut disaksikan oleh Bendahara Sinode GMIT Pnt. Yefta Sanam, Camat Rote Selatan Polce Manafe, Majelis Sinode GMIT Anggota Bidang Hukum Pnt. Dorce Wehelmina Bolla, Ketua Komisi A DPRD Rote Ndao Feky Boelan, pihak Polsek Rote Selatan, para majelis dan sejumlah Jemaat GMIT Betesda Talae Mok yang mengikuti kebaktian.

Baca juga: Buaya Ancam Nelayan di Mulut Seribu Ditangkap Warga Desa Daiama Rote Ndao

 

Dijelaskan dalam surat kesepakatan perdamaian tersebut, Kepala Desa Tebole Mesak Jeferson Ndun menyampaikan permohonan maaf dan mengakui bahwa telah mengeluarkan kata-kata pengancaman terhadap Pdt. Chaterina Inya Mone Ramba Deta. Selain itu, Mesak Jeferson Ndun juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Di tempat yang sama, Bendahara Sinode GMIT Yefta Sanam mengungkapkan setiap manusia membutuhkan penghormatan dan penghargaan karena itu Majelis hari ini hadir untuk mewujudkan itu semua.

Dia juga menambahkan gereja dan pemerintah merupakan mitra tidak bisa dipisahkan. Persoalan ini terjadi karena masing-masing disudutkan.

"Karena itu, melalui persoalan ini kita duduk bersama mencari solusi bersama-sama sehingga menjadi baik dan tidak terjadi konflik," tutur Yefta.

Baca juga: Warga Rote Ndao Temukan Tewas di Semak Belukar

Acara perdamaian ditutup dengan penandatangan surat perdamaian antara Kepala Desa Tebole, Mesak Jeferson Ndun dan Ketua Majelis Jemaat GMIT Betesda Talae Mok Pdt. Chaterina Inya Mone Ramba Deta. *

sumber: pos-kupang.com

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved