Berita NTT
Dinas Pertanian Lembata Masuk Top 10 Penghargaan dari LAN
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata masuk dalam top 10 atau 10 besar penghargaan dari Lembaga Administrasi Negara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pertanian-dan-Ketahanan-Pangan-Kabupaten-Lembata.jpg)
Baca juga: Jadwal Kapal Ferry Yang Beroperasi di NTT Kamis 9 Mei 2024
"Kita harap MADER Apung direplikasi oleh masyarakat. Dan memang selama ini juga sudah berjalan. Ada kelompok ternak yang sudah melakukan pemeliharaan ayam petelur dan ayam pedaging kampung. Kita harap kita punya uang yang banyak keluar daerah itu tetap ada dan menjadi penggerak dan penumbuh ekonomi lokal," ujarnya.
Kilas Balik
Kanis Tuaq mengulas lagi ketika pertama kali menggerakkan inovasi itu. Sejak tahun 2018 ketika memimpin dinas itu, ia melihat ada peluang usaha untuk ayam petelur. Kanis Tuaq kemudian mencoba usaha kecil itu dari kantornya.
Dari 100 ekor yang diujicobakan, Kanis Tuaq melakukan ekspansi ke beberapa tempat lainnya di Kabupaten Lembata. Hasilnya, proyek contoh itu ditiru beberapa instansi dan desa untuk pengembangan.
"Sampai saat ini populasi ayam petelur kita sudah 18.000 sampai 25.000. Kita butuhkan 35.000-40.000 supaya kita bisa mandiri. Ini butuh perjuangan bersama," kata dia.
Baca juga: Tutup Pendaftaran, 4 Bacabup dan 7 Bacawabup Terjaring di NasDem Lembata
Selama ini seringkali terjadi dan menjadi kendala dalam memelihara ayam petelur adalah ketersediaan pakan. Kadangkala saat musim hujan, pasokan pakan terganggu. Akibatnya peternak mengalami kesulitan bahkan gulung tikar.
Ke depan, ujar dia, pemerintah harus melakukan intervensi terhadap ketersediaan pakan ternak. Tujuannya memberi kemudahan bagi pelaku usaha. Menyediakan pakan itu bisa menggunakan skema pemberdayaan ataupun alternatif lainnya.
Kanis Tuaq menerangkan, kualitas telur produksi dalam daerah dan luar daerah memiliki perbedaan yang mencolok. Telur ayam lokal punya rasa berbeda dan lebih segar serta potensi rusak lebih kecil. Berbeda ketika telur ayam didatangkan dari luar yang mempunyai rasa berbeda, disamping peluang telur rusak yang cukup banyak.
Dengan produksi telur ayam skala lokal maka paling tidak ada penyerapan tenaga kerja maupun intervensi sektor lain seperti kesehatan juga akan berjalan lebih mudah.
"Inovasi MADER Apung ini akan dilombakan ditingkat pusat. Karena dia masuk top 10 besar untuk provinsi. Nanti dilombakan tingkat pusat," kata Kanis Tuaq menambahkan. (fan)
Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News