Kamis, 30 April 2026

Imigran Terdampar di Rote

Polisi Serahkan 44 Imigran Bangladesh dan Myanmar ke Imigrasi Kupang

Saat diinterogasi polisi, para imigran mengaku terdampar di NTT setelah diusir oleh petugas angkatan laut Australia.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Polisi Serahkan 44 Imigran Bangladesh dan Myanmar ke Imigrasi Kupang
POS-KUPANG.COM/MARIO TETI
IMIGRAN GELAP- Para imigran Bangladesh-Rohingya saat diamankan di Aula Wirasatya Polres Rote Ndao Selasa, 9 Juli 2024. 

TRIBUNFLORES.COM, ROTE NDAO - Sebanyak 44 imigran asal Bangladesh dan Myanmar yang terdampar di Kabupaten Rote Ndao dibawa ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/7/2024).

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Rote Ndao Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Anam Nurcahyo mengatakan, puluhan imigran gelap itu dibawa ke Kota Kupang menggunakan kapal laut Garda Maritim III.

"Berangkatnya tadi siang melalui Pelabuhan Pantai Baru," kata Anam dikutip dari Kompas.com.

Anam menyebut, mereka diberangkatkan dengan pengawalan ketat tujuh personel Polres Rote Ndao yang dipimpin Kepala Urusan Bin Operasional Satuan Intelkam Inspektur Polisi Dua I Wayan Suyadnya.

Baca juga: TNI AU Kirim 6 Pesawat Tempur ke Australia, Komandan Lanud El Tari: Pertempuran Udara

 

Mereka dibawa dari Markas Polres Rote Ndao menggunakan dua unit kendaraan operasional Polres Rote Ndao serta pengawalan dari Satuan Lalu Lintas Polres Rote Ndao dan didampingi 10 personel dari Kantor Imigrasi Kupang.

Keberangkatan para imigran itu, kata Anam, dilepas Asisten I Setda Rote Ndao Untung Harjito, Kabag Ops Polres Rote Ndao AKP Aries Dharma Putra, Kasat Intel Polres Rote Ndao Iptu Yohanes Doni Pedan dan Kapolsek Pantai Baru Ipda I Gede Putu Parwata.

"Mereka telah diserahkan ke Imigrasi Kupang untuk proses lebih lanjut," kata Anam.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 44 imigran gelap asal Bangladesh dan Rohingya yang terdampar di perairan Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), diamankan aparat Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao.

Saat diinterogasi polisi, para imigran mengaku terdampar di NTT setelah diusir oleh petugas angkatan laut Australia.

"Mereka rencananya mau masuk ke Australia, tapi diadang petugas Australia dan dipulangkan ke Indonesia," ungkap Kepala Kepolisian Resor Rote Ndao Ajun Komisaris Besar (AKBP) Mardiono, kepada sejumlah wartawan, Selasa (9/7/2024).

Mardiono menjelaskan, puluhan imigran ini berangkat dari selatan Provinsi Jawa Barat menuju Australia pada bulan Mei 2024 menggunakan kapal kayu.

Perjalanan ditempuh selama tiga hari, tiga malam. Namun, saat masuk ke perairan Australia, mereka ditangkap.

Dua orang yang diduga berasal dari Indonesia yang membawa mereka, kemudian ditangkap. Kapal kayu yang digunakan pun disita. Mereka diamankan di Australia sebulan lebih.

Mereka lalu diberi dua unit kapal dengan ukuran sama berbahan dasar alumunium dan fiber dan disuruh kembali ke Indonesia.

Baca juga: Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit, Penyidik Kejari TTS Geledah Kantor Bank NTT Cabang Soe

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved