Gempa dan Tsunami Flores
Hari Ini Tepat 32 Tahun Lalu Tragedi Gempa dan Tsunami Flores
Hari ini 32 tahun lalu, tepat 12 Desember 1992 sekitar pukul 13.29 Wita, gempa besar disertai tsunami memporak-porandakan Pulau Flores, NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PERAHU-1992.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Hari ini 32 tahun lalu, tepat 12 Desember 1992 sekitar pukul 13.29 Wita, gempa besar disertai tsunami memporak-porandakan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat gempa terdeteksi terletak di kedalaman 36 km di Laut Sawu di lepas pantai Maumere. Namun getaran dirasakan seluruh wilayah Flores, bahkan hingga Kupang, dan Makassar, Sulawesi Selatan.
Besaran gempa tersebut dinyatakan oleh Institut de Physique du Globe yang berkedudukan di Strasbourg, Perancis. Namun, BMKG memberikan angka yang berbeda, yakni 6,8 skala Richter.
Dua kabupaten yang paling terdampak dari kejadian ini adalah Kabupaten Sikka dan Ende. Namun, wilayah Kabupaten Sikka lebih banyak terdampak, karena posisinya yang terletak di sisi selatan.
Baca juga: Teater Simfoni Ami Norang, Mengenang 30 Tahun Gempa dan Tsunami Flores Bius Penonton
Setelah gempa besar terjadi diikuti tinggi gelombang akibat tsunami sekitar 2-10 meter. Namun, di beberapa tempat seperti di Riangkroko di Flores Timur, ketinggian ombak mencapai 26 meter dan menyebabkan seperempat penduduknya meninggal.
Peristiwa ini merupakan salah satu gempa dan tsunami paling mematikan di Indonesia. Setidaknya 2.500 orang meninggal atau hilang di Laut Flores, termasuk 1.490 orang meninggal di Maumere dan 700 orang di Pulau Babi.
Kemudian lebih dari 500 orang terluka dan 90 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Diperkirakan 18.000 rumah, 113 sekolah, dan 90 tempat ibadah hancur karena hantaman tsunami. Sedikitnya 13.500 rumah dan gedung runtuh di Sikka.
Berdasarkan pemberitaan Harian Kompas edisi 13 Desember 1992, dua kota di kabupaten terdampak, Maumere dan Ende lumpuh total. Masyarakat pun dicekam rasa takut dan khawatir akibat bencana alam yang terjadi, terlebih karena pada saat itu gempa susulan masih saja terjadi hingga tengah malam.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi 1.200 Meter hingga Alami 10 Kali Gempa
Berdasarkan laporan per tanggal 15 Desember 1992, jumlah korban meninggal sudah terdata sebanyak 1.895 jiwa. Banyaknya korban dan situasi yang belum kembali pulih menyebabkan aparat mau tidak mau melakukan penguburan masal.
Gempa Sabtu 30 November 2024
BMKG menyatakan, lokasi gempa di Maumere Sabtu 30 November 2024 berdekatan dengan titik gempa yang sebabkan tsunami pada 1992.
Gempa bumi dengan magnitudo 4,1 terjadi di wilayahh Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 30 November 2024. Titik koordinat gempa berada di 8,29° LS; 122,16° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 37 kilometer barat laut Maumere, Sikka, pada kedalaman 10 kilometer.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, mengatakan, episentrum gempa tektonik tersebut berdekatan dengan titik gempa pada 1992 yang menyebabkan tsunami.