Cuaca Buruk di NTT
3 Bibit Siklon Tropis Terpantau, Masyarakat NTT Minta Waspada
Keberadaan tiga bibit siklon ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia, terutama di wilayah Provinsi NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/HUJAN-DI-MANGGARAI-TIMUR-Suasana-Hujan-di-Manggarai-Timur-NTT.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tiga bibit siklon tropis, yakni 99S dan 90S di Samudera Hindia selatan Pulau Jawa serta 96P di Teluk Carpentaria, Australia, telah terdeteksi sejak 31 Januari 2025.
Keberadaan tiga bibit siklon ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia, terutama di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Stasiun Meteorologi Klas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, menjelaskan bahwa tiga bibit siklon tersebut dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di beberapa daerah.
Wilayah yang paling terdampak di NTT meliputi Pulau Rote, Sabu Raijua, dan Pulau Sumba.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Flores Hari Ini Sabtu 1 Februari 2025, Sebagian Wilayah Dilanda Hujan
"Deklarasi tiga bibit siklon ini telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan Australia pada 31 Januari 2025 kemarin. Saat ini statusnya masih berupa bibit siklon tropis," ujar Sti Nenot'ek, Minggu 2 Januari 2025.
Ia menambahkan jika ketiga bibit siklon ini berkembang menjadi siklon tropis, maka akan diberi nama oleh Badan Meteorologi Australia karena berada dalam area tanggung jawab mereka.
Namun, karena posisinya yang cukup jauh dari Indonesia, khususnya NTT, dampak cuaca ekstremnya diperkirakan tidak akan terlalu signifikan.
"Jika meningkat menjadi siklon tropis, wilayah yang terkena dampak langsung adalah Australia dan sekitar Samudera Hindia. Di Indonesia, khususnya NTT, efeknya tidak akan terlalu terasa," jelasnya.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News