Selasa, 16 Juni 2026

SMAK Monte Carmelo Maumere

Sejarah Berdirinya SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere

Berdirinya SMAK Monte Carmelo memiliki cerita yang panjang dan unik. Tersimpan berbagai cerita

Tayang:
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Sejarah Berdirinya SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere
TRIBUNFLORES.COM/HO-HUMAS SMAK MONTE CARMELO
ANGKATAN PERTAMA - Foto para murid angkatan pertama Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Santa Maria Monte Carmelo Maumere Tahun 2019 bersama para guru dan pengurus lainnya. Simak selengkapnya sejarah berdirinya SMAK Monte Carmelo. Sekolah ini didirikan pada 4 Maret 2019 ini. Sekolah ini milik Yayasan Karmel. 

1) Pihak Ordo menyambut baik prakarsa yayasan dan mendorong untuk menindaklanjuti 
proses pendirian SMAK. 

2) Aula Biara Karmel Wairklau digunakan sementara untuk menjadi ruang kelas dengan 
jangka waktu 3 tahun. 

3) Ordo membantu biaya operasional dan sarana prasarana awal sesuai dengan 
kemampuan keuangan ordo.  

4) Yayasan akan segera menerbitkan surat keputusan pendirian sekolah.  

5) Yayasan meminta pihak Ordo menyiapkan tenaga Karmelit untuk ditempatkan sebagai 
Kepala Sekolah dan Bendahara.  

6) Yayasan akan segera melakukan proses penerimaan dan seleksi guru dan karyawan 
sekolah.  

7) Yayasan akan segera memilih dan menetukan nama sekolah sesuai dengan juknis dari 
Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI. 

Sesudah pertemuan tersebut, Yayasan Santa Maria Karmel menindaklanjuti semua 
kesepakatan terutama menerbitkan Surat Keputusan Nomor 01/YSMK/03/2019, tanggal 4 
Maret 2019. Tanggal tersebut menjadi hari lahirnya SMAK Sta. Maria Monte Carmelo 
Maumere. 

Proses dilanjutkan dengan pertemuan antara Kementerian Agama RI, Dewan Pimpinan Ordo 
Karmel Komisariat Indonesia Timur, dan Yayasan Santa Maria Karmel. Pertemuan tersebut 
dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 20219. 

Dari pihak Kementerian Agama, diwakili oleh Plt. Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag RI Prov. NTT, Yohanes Baptista Seja, S.Fil.,MM., Kepala Seksi Pendidikan Agama Katolik Tingkat Menengah, Valentinus Dhoru, SE, dan Kepala Seksi Pendidikan Katolik Kemenag Sikka, Kresentia Reo, S.Sos. 

Dari pihak Ordo Karmel dihadiri oleh Dewan Pimpinan Ordo, Tim Yayasan Santa Maria Karmel, pada pastor Karmelit yang berkarya di bidang persekolahan. Pertemuan itu bertujuan untuk 
sosialisasi tentang visi dan tujuan pendirian SMAK. 

Tujuan lain, untuk membangun komunikasi yang lebih intens antara ordo dan Kementerian Agama dalam rangka menyukseskan proses pendirian lembaga baru ini. Pertemuan tersebut berjalan dengan baik dan Yayasan Santa Maria Karmel bersama dengan Ordo Karmel semakin yakin untuk melanjutkan proses pendirian.  

Salah satu syarat untuk mendirikan SMAK adalah rekomendasi dari berbagai pihak yang 
berkepentingan, antara lain: Bapa Uskup Maumere, Bupati Sikka, dan Kepala Kantor 
Kementerian Agama Kabupaten Sikka. 

Tahap pertama, Yayasan bertemu dengan Bapa Uskup Maumere, Edwaldus Martinus Sedu. Berikutnya, ketua Yayasan bertemu dengan Bapak Fransiskus Roberto Diogo,S.Sos., Bupati Sikka. Kedua tokoh tersebut sangat mendukung dan memberikan apresiasi positif kepada pihak Yayasan Santa Maria Karmel untuk mendirikan di kota Maumere. 

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, surat rekomendasi dari kedua lembaga tersebut dikeluarkan. Tahapan selanjutnya, ketua yayasan menjumpai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Bapak Yohanes Ngga’a Rua, S.Ag. untuk meminta rekomendasi. 

Rekomendasi dan dukungan dari Kemenag Sikka diberikan dan tetap mendorong 
agar SMAK segera dimulai di kota Maumere. 
 
Berkas-berkas telah dilengkapi dan proposal siap untuk dikirimkan ke Ditjen Bimas Katolik 
Kemenag RI untuk ditelaah. Proses ini cukup alot dan butuh waktu yang cukup lama. Namun, 
dengan bimbingan Ibu Kresentia Reo,S.Sos dan pihak internal ordo serta yayasan, persiapan 
dokumen dan pengiriman berjalan dengan lancar, sehingga dapat dikirimkan pada akhir bulan April 2019. Proposal inilah yang menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengeluarkan izin 
operasional. 

Sesudah proposal dikirim, ketua Yayasan dipanggil oleh Kasie Pendidikan Katolik, ibu 
Kresentia Reo,S.Sos dan menyampaikan informasi bahwa tim supervisi dari Jakarta akan 
datang dan melakukan supervisi. 

Supervisi bertujuan untuk mengecek langsung kesiapan yayasan dalam mendirikan sekolah. Karena itu, sejak bulan April 2019, P. Karolus Sola, O.Carm., P. Adrianus Katan Daton, O.Carm dan seorang tukang (Markus Bhanga) mulai menyiapkan ruangan cikal bakal sekolah. 

Aula Biara Karmel Wairklau “difermak” sedemikian rupa untuk menjadi ruang kelas, ruang 
TU, ruang guru, dan gudang. Sarana dan prasarana pendukung pendidikan dilengkapi, seperti: 
meja, kursi, papan tulis, papan data, dll. 

Sarana prasarana  Pada bulan yang sama, April s.d. Mei 2019, Yayasan mengeluarkan pengumuman perekrutan guru dan pegawai. 

Ada 300-an lamaran yang masuk ke Yayasan. Yang diseleksi dan diterima pada awal tahun pelajaran 9 guru awam dan 1 pegawai tata usaha/operator. Para guru ini mengajar mata pelajaran sains, Bahasa, sosial. Seleksi cukup ketat. 

Proses supervisi kelas dilaksanakan di SMAK Alvarez Paga. Sedangkan, wawancara dilaksanakan di kantor komisariat. Beberapa mata pelajaran keagamaan dan beberapa mata pelajaran sosial diampuh oleh para pater dan frater. 

Tanggal 14 Mei 2019, para guru dan pegawai tersebut menerima SK sebagai guru kontrak Yayasan Santa Maria Karmel.  

Selain guru, yayasan mengajukan permohonan kepada ordo untuk menempatkan tenaga 
Karmelit yang akan menjadi Kepala Sekolah dan pengelolah keuangan. P. Fransiskus Pati 
Koten, O.Carm., yang baru ditahbiskan pada bulan Januari 2019, disiapkan untuk menjadi 
bendahara. 

P.Benediktus Bani,O.Carm., yang pada saat itu masih menjabat sebagai Kepala 
SMPK Alvarez Paga, ditarik oleh ordo, diserahkan ke Yayasan, untuk ditempatkan di unit 
karya baru ini dan mulai bertugas sejak tanggal 1 Juli 2019. 

Pada tanggal 20 Juni 2019, tim dari Ditjen Bimas Katolik mengadakan supervisi di SMAK Sta. 
Maria Monte Carmelo Maumere. 

Tim itu terdiri dari dua orang, yaitu: Bapak Yosafat Sadsunu Bodro dan Bapak Emanuel Edison. Tim supervisor disambut meriah dengan tarian, pengalungan selendang Sikka, dan huler wair. 

Sebelum berkeliling melihat lokasi sekolah dan tanah, tim supervisi mengadakan pertemuan bersama dengan tim Yayasan, ordo, kepala sekolah, para guru, dan para frater komunitas Wairklau. 

Dalam pertemuan tersebut, tim supervisor menyampaikan beberapa hal pokok tentang tujuan supervisi yakni mengecek kesiapan yayasan penyelenggara SMAK. Hal-hal yang diperiksa adalah tenaga/SDM (kepala sekolah, guru, sarana prasarana, fasilitas pendukung, biaya operasional). Mereka menegaskan bahwa yayasan harus benar-benar siap untuk mendirikan sekolah. Juga kemungkinan sekolah ditutup di tengah jalan karena tidak mampu membiayai operasional sekolah. 

Kesan tim supervisor, Yayasan Santa Maria Karmel sudah sangat siap mendirikan sekolah tersebut dengan catatan segala hal yang belum ada harus dilengkapi tahap demi tahap. Pertemuan itu diakhiri dengan makan siang bersama di ruang makan Biara Karmel Wairklau.    

Kurang lebih sepekan sesudah itu, tepatnya tanggal 27 Juni 2019, izin operasional dari Ditjen 
Bimas Katolik Kemenag RI diberikan dengan nomor 382 tahun 2019, ditandatangani oleh 
Bapak Eusabius Binsasi. 

Dengan demikian, legalitas SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere telah diakui dan disahkan oleh pemerintah serta sekolah mulai dapat mengakses bantuan dari pemerintah. Pada tanggal 19 Agustus 2019, izin operasional diserahkan oleh perwakilan Kementerian Agama, Bapak Fransiskus Adi, S.Ag. dalam sebuah misa kudus yang dipimpin oleh Pater Vikaris Jendral Keuskupan Maumere, P. Teleforus Jenti,O.Carm.  

Terus Berproses

Lahir pada 4 Maret 2019, SMAK Monte Carmelo saat ini terus melakukan pembenahan pada segala lini.

Kepala Sekolah SMAK Monte Carmelo Maumere, Pater Benediktus Bani O,Carm menandaskan meski masih berstatus sekolah baru pihaknya terus berusaha melakukan berbagai pembenahan.

Proses pembenahan dimulai dari lingkup internal. Dimana menurut kesaksian Pater Beni, para guru SMAK Monte Carmelo Maumere sangat "all out" dalam menjalankan tugas mereka sebagai tenaga pendidik tanpa memperhitungkan keuntungan atau kerugian yang diperoleh. Ia mengapresiasi sikap yang ditunjukkan para guru ini.

Selain daripada itu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah metode penerapan program pembelajaran. Meski program yang diterapkan kurang lebih sama dengan SMAK yang lain Pater Beni menegaskan program di SMAK Monte Carmelo harus berbasis kebutuhan siswa.

Program pembelajaran yang dicanangkan harus terlebih dahulu melewati proses asesmen sehingga tepat guna. Apabila program yang diterapkan pada akhirnya tidak bermanfaat hendaknya dihapus dan diganti dengan program lain yang lebih baik.

Dalam mendidik para siswa pun tidak boleh membeda-bedakan antara satu dengan yang lain. Sedapatnya tiap siswa mendapatkan akses Pendidikan yang sama.

Jika ada siswa yang membutuhkan pendampingan lebih maka harus didampingi agar tidak "ketinggalan" dengan teman-temannya yang lain.

Hal lain yang menurut Pater Beni begitu penting yakni kepemimpinan. Menjadi pemimpin bagi Pater Beni, bukan serta merta memerintah saja namun menciptakan sistem kontrol yang fleksibel dan memberi rasa nyaman bagi guru maupun siswa.

Sebagai kepala sekolah dia selalu memberikan kesempatan kepada para guru untuk berkreasi meski arahan tetap disampaikan.

Untuk menambah wawasan para guru dan murid, pihak sekolah rutin melakukan studi tiru ke sekolah lain dalam rangka transfer ilmu.

'Prioritas' Kegiatan Kerohanian

Kegiatan rohani sebagai salah satu program unggulan diberi perhatian lebih di SMAK Monte Carmelo. Kegiatan rohani dilaksanakan secara rutin menghiasi tiap kegiatan akademik yang lain.

"Misalnya pagi, kami mulai dengan doa brevir sama-sama lalu kemudian ada misa komunitas. Lalu semester ini kami juga ada misa Bahasa Inggris dan kegiatan-kegiatan itu melibatkan semua siswa. Salah benar itu nomor dua. Intinya anak-anak belajar untuk mulai tampil," tuturnya.

Selain itu, pihaknya rutin melaksanakan correctio fraterna. Correctio Fraterna dinilai membantu para guru memahami hal yang dirasakan para murid.

Selain daripada itu, para murid belajar untuk saling mengoreksi maupun menerima kritikan dari sesamanya.

"Pengalaman kami sekian tahun setelah menerapkan correctio fraterna ini akhirnya kita bisa tahu apa yang terjadi di antara anak-anak. Jadi biasa ditemani wali kelas, lalu wali kelas membuat catatan-catatan lalu mereka saling menilai satu sama lain, dan dari situ kita bisa tahu ternyata ada yang bermusuhan dengan Si A, Si B," pungkasnya.

Selain itu ada kegiatan rekoleksi namun tidak diadakan begitu saja. Rekoleksi dipersiapkan dengan matang agar benar-benar memberikan manfaat bagi siswa.

"Misalnya tema tentang seksualitas, topik Kesehatan dibahas oleh bidan atau petugas Kesehatan sementara soal agama dibahas oleh pastor. Dan diusahakan agar rekoleksi tidak monoton agar tidak membuat anak-anak cepat bosan," kata Pater Beni.

Pembinaan Akademik Siswa

Pada bidang ini, pihak SMAK Monte Carmelo cenderung bijak dalam mendidik siswa.

Jika ada siswa yang memiliki kekurangan di bidang akademik akan didampingi secara khusus.

Pendampingan ini memungkinkan siswa mendapatkan perhatian yang intens sehingga tidak menyebabkan siswa tersebut mengalami perkembangan yang lamban atau pun ketinggalan dari teman-teman lain.

Intinya, pihak SMAK Monte Carmelo benar-benar memperlakukan anak-anak seturut kemampuan mereka yang berbeda satu sama lain. Dalam artian, tak dapat disama-ratakan. Pihak sekolah juga terus mengupdate sistem pembelajaran terkini dalam kaitannya dengan teknologi.

Pembinaan Mental Siswa

SMAK Monte Carmelo memiliki guru yang berlatar belakang sarjana psikologi.

Sejauh ini, tidak ada kasus fatal yang terjadi di SMAK Monte Carmelo. Pendampingan yang humanis membuat anak-anak betah dan mengikuti setiap arahan dari guru dengan baik.

Pihak SMAK Monte Carmelo mengedepankan sistem pembinaan yang humanis.

Stop Bullying rutin dikampanyekan oleh para siswa dan Guru SMAK Monte Carmelo.

Jika ada persoalan yang dialami siswa, akan diselesaikan dengan mempertimbangkan banyak hal. Para siswa juga diberikan ret-ret sebagai bentuk refleksi diri dalam upaya membenahi diri masing-masing.

Kembangkan Bakat Siswa

Kegiatan di bidang olahraga, kesenian,dan beberapa bidang lain menjadi perhatian serius SMAK Monte Carmelo.

Dalam bidang seni misalnya, SMAK Monte Carmelo memiliki guru-guru yang sangat ahli di bidang seni. Sehingga, anak-anak yang memiliki bakat di bidang seni benar-benar diperhatikan.

Fasilitas penunjang juga disiapkan dengan sangat lengkap.

Dalam bidang IT pun demikian, siswa SMAK Monte Carmelo tidak ketinggalan mengupgrade diri di teknologi terkini. Buktinya, beberapa siswa SMAK Monte Carmelo memenangi festival film nasional beberapa waktu lalu.

Meski sebagai sekolah Katolik, SMAK Monte Carmelo menyediakan program maupun fasilitas yang dapat menunjang cita-cita yang diimpikan para siswa.

Jika tamat, setiap siswa bisa meraih cita-cita apa saja sesuai yang mereka inginkan.

Selain itu, untuk memfasilitasi para siswa yang tinggal di tempat jauh, pihak sekolah menyediakan asrama untuk putera dan puteri dengan harga terjangkau.

Para Pembina asrama diambil dari biarawan dan biarawati Karmel.

Soal makanan hingga rekreasi, tak ada pembedaan antara anak asrama dan para Pembina. Semua merasakan hidangan yang sama maupun fasilitas rekreasi yang sama.

Sumber: Dari Data Sekolah. Sejarah berdiri SMAK Monte Carmelo diulas dari 2019 sampai 2021. Selain itu, wawancara bersama Kepala Sekolah SMAK Monte Carmelo, Pater Benediktus Bani, O.Carm pada 4 Februari 2025.

Disclaimer: Data sejarah ini adalah data mentah yang harus diolah lagi. Tetapi, mayoritas data yang diperoleh berdasarkan kronologis kisah peristiwa yang terjadi selama proses pendirian SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved