Rabu, 15 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Anak SD di NTT Muntah-muntah Usai Santap Makanan Bergizi Gratis

Beberapa siswa di NTT muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh penyedia layanan dari SPPI.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Anak SD di NTT Muntah-muntah Usai Santap Makanan Bergizi Gratis
POS-KUPANG.COM/HO-ISTIMEWA
ILUSTRASI MAKANAN GRATIS -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Masehi (SDM) Waikabubak Kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) dihentikan sementara.  Penghentian sementara program MBG di sekolah tersebut lantaran insiden makanan basi pada Jumat (21/2/2025) lalu.  

TRIBUNFLORES.COM, WAIKABUBAK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Masehi (SDM) Waikabubak Kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) dihentikan sementara. 

Penghentian sementara program MBG di sekolah tersebut lantaran insiden makanan basi pada Jumat (21/2/2025) lalu. 

Beberapa siswa muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh penyedia layanan dari SPPI.

Hal itu dibenarkan Kepala SDM Waikabubak, Miladi Lidia Here Wlla. 

Baca juga: SPPG Manggarai Barat Bantah Ada Belatung di Makanan Bergizi Gratis

 

Dikutip dari KBRN pada Selasa (25/2), Miladi Lidia menyebut sebagian siswa berhasil dihentikan dan tidak melanjutkan makan sebelum terjadi dampak kesehatan yang lebih serius. 

Pihak SPPI pun memutuskan untuk menghentikan sementara layanan makan bergizi gratis di Sekolah tersebut guna melakukan evaluasi. 

Kepala Badan Gizi Nasional Kabupaten Sumba Barat, Natalia Deta, menyatakan bahwa penghentian sementara ini bertujuan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga serta melakukan evaluasi guna keberlanjutan program ini secara baik.  

Meski layanan dihentikan di SDM Waikabubak, delapan sekolah lainnya yang mengikuti program ini masih tetap dilayani dan menerima makanan bergizi gratis.

Natalia juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk segera melanjutkan layanan di SDM Waikabubak setelah evaluasi selesai. 

Evaluasi ini diperkirakan akan berlangsung selama satu minggu sebelum layanan kembali diberikan di SDM Waikabubak. SDM Waikabubak sendiri memiliki 674 siswa yang menjadi penerima manfaat dari program ini. 

Secara keseluruhan, sembilan sekolah yang terlibat dalam program ini melayani 3.128 siswa di Kabupaten Sumba Barat. (*)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved