Sabtu, 2 Mei 2026

Kasus DBD di Ende

Dinkes Ende Lapor 16 Kasus DBD, Camat Ende Tengah Kaget

Yovan juga mengaku meski ada 4 kasus DBD yang melanda di wilayah Kecamatan Ende Tengah namun hingga saat ini belum dilakukan fogging.

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Dinkes Ende Lapor 16 Kasus DBD, Camat Ende Tengah Kaget
TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
KERJA BAKTI - Pemerintah Kecamatan Ende Tengah bersama jajarannya melakukan kegiatan kerja bakti pembersihan lingkungan guna mengantisipasi terjadinya penyebaran kasus DBD di wilayah itu beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Dinas Kesehatan Kabupaten Ende menlaporkan ada 16 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Ende pada periode Januari-Maret 2025.

16 kasus DBD itu tersebar di 9 kecamatan yakni Kecamatan Ende Utara sebanyak 3 kasus, Ende Tengah sebanyak 4 Kasus, Ende Selatan Sebanyak 3 kasus.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Nangapanda, Kota Baru, Wewaria, Detusoko, Ende dan Kecamatan Maurole masing masing tercatat 1 kasus DBD.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ende tahun 2024, tercatat ada 91 kasus DBD dengan satu kasus kematian.

Baca juga: TNI-Polri dan Warga Talibura Sikka Gotong Royong Tangani Sampah Cegah DBD 

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2p) Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Maria Agustina P. Tondong menjelaskan, ke-16 penderita DBD di wilayah itu sempat mendapat perawatan di RSUD Ende saat ini sudah sembuh dan kembali ke rumah masing-masing.

Camat Ende Tengah, Yovan Pasa yang dikonfirmasi TribunFlores.com, Jumat, 14 Maret 2025 pagi mengaku kaget karena tidak pernah mendapatkan informasi adanya 4 kasus DBD di wilayahnya.

Yovan juga mengaku meski ada 4 kasus DBD yang melanda di wilayah Kecamatan Ende Tengah namun hingga saat ini belum dilakukan fogging.

"Coba saya cek dulu di puskesmas, terima kasih informasinya, saya kan membawahi dua puskesmas, Puskesmas Onekore dan Puskesmas Kota, supaya saya selidiki karena biasanya kami itu kalau ada demam berdarah langsung dilaksanakan dengan fogging tapi selama ini kami tidak pernah makanya saya kaget bilang ada kasus DBD di wilayahnya saya," ujar Yovan Pasa.

Meski demikian, Yovan menyebut pihaknya terus melakukan kegiatan bakti sosial pembersihan lingkungan di wilayah Kecamatan Ende Tengah.

Pada saat kegiatan di puskesmas beberapa waktu lalu, kata dia, juga disampaikan program untuk mengatasi penyakit berbasis lingkungan termasuk DBD untuk dilaksanakan di tingkat masyarakat dan Posyandu.

Sebagai langkah antisipatif, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende terus melakukan penyuluhan tentang kebersihan lingkungan serta pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta pembagian bubuk Abate.

Masyarakat juga diminta aktif dalam kegiatan pemberantasan sarang Nyamuk di sekitar lingkungan yang berpotensi adanya jentik nyamuk dengan menerapkan pola 3M yakni menutup, menguras dan mengubur. (Bet)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved