Minggu Prapaskah III
Rayakan Minggu Prapaskah III di Paroki Noelmina, RD Bento Ninu: Momen Refleksi dan Pertobatan
Dalam sapaan pembuka, RD. Bento Ninu mengajak umat untuk lebih mencintai Kitab Suci sebagai pedoman utama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/RD-Bento-Minggu-Prapaskah-ke-3.jpg)
Dengan lebih banyak mendengarkan suara Tuhan melalui Kitab Suci, umat akan mampu menemukan inspirasi kebaikan yang bersumber dari Allah sendiri.
Kegiatan Katekese yang Menginspirasi Usai misa kudus, umat tidak langsung pulang. Mereka tetap berada di lingkungan paroki untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh tim relawan Komisi Kitab Suci KAK.
Kegiatan ini dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu untuk orang tua, remaja dan kaum muda, serta SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner).
Dengan format katekese iman, kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih dua jam, dipenuhi dengan diskusi, refleksi, serta kuis interaktif yang menarik.
Berbagai hadiah disediakan bagi peserta kuis, seperti Kitab Suci, buku-buku rohani, dan rosario.
Namun, lebih dari sekadar mendapatkan hadiah, umat merasa bahagia karena mereka memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang Sabda Allah.
Beberapa kegiatan utama yang menarik perhatian adalah seminar, doa Taizé, dan sesi katekese bersama.
Seorang umat yang mewakili suara hati jemaat, Bapak Koten, mengungkapkan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dalam kunjungan pastoral mendatang.
“Mendalami Sabda Allah itu sangat penting, terutama bagi kaum muda yang akan menjadi penerus Gereja. Mereka harus mendapatkan bekal iman yang benar agar mampu bertumbuh dalam kasih dan kebenaran,” tuturnya.
RD. Bento Ninu menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada RD. Siprianus Senda dan tim relawan Komisi Kitab Suci KAK yang telah meluangkan waktu bersama umat Paroki St. Maria Bunda Orang Miskin Noelmina selama dua hari. Ia juga menyatakan kesiapan paroki untuk menyambut kegiatan serupa di masa mendatang dengan tangan terbuka dan penuh sukacita.
Sebagai puncak kebersamaan, umat dan para relawan menikmati makan siang bersama dalam suasana kekeluargaan.
Acara ditutup dengan tarian Tebe, sebuah tarian tradisional yang mencerminkan kegembiraan dan persaudaraan.
Momen ini semakin menguatkan rasa kebersamaan di antara umat, sekaligus menegaskan bahwa Sabda Allah adalah sumber kehidupan yang menginspirasi dan menyatukan.
Dengan penuh syukur, umat kembali ke rumah masing-masing, membawa serta semangat baru untuk terus mendalami Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: Web Keuskupan Agung Kupang
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News