Berita Ngada
Pastor Paroki Mangulewa Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual
Pastor Paroki Mater Dolorosa Mangulewa, Kecamatan Golewa, kabupaten Ngada minta Polres Ngada segera menangkap pelaku kekerasan seksual pada anak di ba
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pastor-Paroki-Mater-Dolorosa-Mangulewa-Charles-Beraf-SVD.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA-Pastor Paroki Mater Dolorosa Mangulewa, Kecamatan Golewa, kabupaten Ngada minta Polres Ngada segera menangkap pelaku kekerasan seksual pada anak di bawah umur yang terjadi di Kampung Rakalaba, Golewa Barat, Kabupaten Ngada.
Kasus kekerasan seksual pada anak di bawah umur ini sudah dilaporkan oleh keluarga korban, pada Jumat (21/03/2025) lalu.
Kasus yang menimpa anak sekolah menengah ini telah menjadi atensi gereja setelah mendapatkan laporan dari umat setempat.
Pastor Paroki Mater Dolorosa Mangulewa, Pater Charles Beraf, SVD, menyatakan, kejadian ini butuh perhatian khusus dan serius dengan kondisi keluarga yang tidak berdaya.
Sebagai Pastor Paroki, kata Pater Charles menjadi panggilan untuk mendorong kasus ini diungkap dengan semangat Keuskupan Agung Ende dalam program gereja ramah anak.
“Di tengah kita gencarkan gereja ramah ibu hamil dan anak, ada kasus kekerasan seksual pada anak, ini yang menggerakkan hati saya untuk mengangkat kasus ini untuk segera ditangani,” ujar Pater Charles saat temui di Sekretariat Paroki, Kamis (27/03/2025).
Pater Charles mendorong Polres Ngada agar kasus ini segera ditangani dengan berlandaskan UU yang berlaku, yaitu UU Ramah Anak dan Peraturan Pemerintah.
Menurut Pater Charles, perlu ada eksekusi dari penegak hukum dengan melihat kasus yang terjadi semakin meningkat.
“Segera ditangkap sebelum pelakunya kabur, jangan sampai ada korban lain yang berjatuhan karena ada kesan pembiaran, lalu kita mesti tangani anak ini, penanganan perlu respon cepat,” kata Pater Charles.
Kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini kata Pater Charles jangan sampai menjadi tren karena penanganan yang lamban dari pihak terkait.
“Saya sebagai pastor paroki dan anak itu berasal dari Paroki ini meminta penegak hukum sedikit lebih gencar untuk tangani, terutama terhadap pelaku dan perlindungan terhadap korban,” tambahnya.
Adapun kasus ini sudah mulai ditangani oleh pihak Polres Ngada dengan memintai keterangan dari korban.
Hingga saat ini terduga pelaku EJ (50) warga Rakalaba Kecamatan Golewa Barat, belum juga dimintai keterangan oleh pihak Polres Ngada.
Sementara Keluarga Korban Emilianus Toda, yang ditemui di Polres Ngada meminta pihak Polres Ngada untuk segera diproses sesuai dengan hukum berlaku.
“Kita harapkan pihak Polres secepatnya menahan pelaku dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Emilianus juga berharap agar pihak korban mendapatkan pendampingan secara psikologis karena korban mengalami trauma. (Cha).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Penyebab Sampah Menumpuk dan Drainase di Borong Tidak Berfungsi |
|
|---|
| BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi dan Kecepatan Angin Pengaruhi Aktivitas Penyebarangan Mudik |
|
|---|
| Mengenal Garugiwa "Burung Arwah" di TN Kelimutu, Kicauan Tersusun dari 12 Nada Berbeda |
|
|---|
| Hadapi Liga 4 Nasional, Bintang Timur Atambua Datangkan Alberto Soares dan Resa Saputra |
|
|---|