Rabu, 8 April 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 7 April 2025, Segeralah Bertobat

Mari simak renungan harian katolik Senin 7 April 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu segeralah bertobat.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Senin 7 April 2025, Segeralah Bertobat
TRIBUNFLORES.COM / GG
GEREJA CENTRUM DANGA - Gereja Katolik Centrum Paroki Stellamaris Danga di Kota Mbay, Nagekeo, Flores, NTT.Mari simak renungan harian katolik Senin 7 April 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu segeralah bertobat. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian katolik Senin 7 April 2025.

Tema renungan harian Katolik yaitu segeralah bertobat.

Renungan harian Katolik disiapkan untuk pekan V Prapaskah.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Senin 7 April 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Senin 7 April 2025 merupakan hari Senin pekan V Prapaskah, peringatan fakultatif Santo Yohanes de la Salle, Pengaku Iman, Beato Henry Walpole, Martir, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Senin 7 April 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Daniel 13:1-9,15-17,19-30,33-62

Sungguh, aku mati, meskipun aku tidak melakukan sesuatu pun dari yang mereka tuduhkan.

Adalah seorang orang diam di Babel, Yoyakim namanya. Ia mengambil seorang isteri yang bernama Susana anak Hilkia. Isterinya itu amat sangat cantik dan takut akan Tuhan. Karena orang tuanya benar maka anak mereka dididik menurut Taurat Musa. 

Adapun Yoyakim adalah amat kaya dan dimilikinya sebuah taman yang berdekatan dengan rumahnya. Oleh karena ia paling terhormat di antara sekalian orang maka orang-orang Yahudi biasa berkumpul padanya.

Nah, dalam tahun itu ada dua orang tua-tua dari antara rakyat ditunjuk menjadi hakim. Tentang mereka itulah Tuhan telah berfirman: “Kefasikan telah datang dari Babel, dari kaum tua-tua, dari para hakim yang berlagak pengemudi rakyat.” 

Orang-orang tua-tua itu sering mengunjungi rumah Yoyakim, tempat setiap orang yang mempunyai suatu perkara datang kepada mereka. Apabila menjelang tengah hari rakyat sudah pergi masuklah Susana untuk berjalan-jalan di taman suaminya. 

Kedua orang tua-tua itu setiap hari mengintip Susana, apabila ia masuk dan berjalan-jalan di situ. Maka timbullah nafsu berahi kepada Susana dalam hati kedua orang tua-tua itu.

Mereka lupa daratan dan membuang muka, sehingga tidak memandang Sorga dan tidak ingat kepada keputusan yang adil. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved