Selasa, 21 April 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik 14 April 2025, Sebuah Ketulusan

Mari simak renungan harian Katolik 14 April 2025. Tema renungan harian Katolik sebuah ketulusan. 

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik 14 April 2025, Sebuah Ketulusan
POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
MISA-Misa di Gereja Kristus Raja Katedral Kota Kupang, Sabtu (5/4/2025). Mari simak renungan harian Katolik 14 April 2025. Tema renungan harian Katolik sebuah ketulusan.  

Maka kata Yesus, “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Banyak orang Yahudi mendengar bahwa Yesus ada di Betania. Maka mereka datang, bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.

Lalu imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dialah banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Bapak, ibu dan saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Dalam Bacaan Injil Yohanes 12:1-1 hari ini mengisahkan tentang, Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang Ia bangkitkan dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia.

Kedekatan suatu persahabatan membuat seorang meresa kerasan berada didekatnya. Susah, senang, lapar, keyang, kesal, puas, rela, menggerutu, semua dapat diungkapkan dengan bebas, apa adanya.

Tidak dibuat-buat, tidak pula ditutup-tutupi. Itulah keindahan suatu persahabatan yang kita rindukan dan berharap juga terjadi dalam sebuah komunitas atau keluarga.

Gambaran persahabatan sebuah komunitas atau keluarga ini tercermin pula dalam kisah Yesus dengan Lazarus, Maria dan Marta. Tiga tokoh ini adalah teman yang dikasihi Yesus.

Jadi, bisa dibayangkan bahwa kepada keluarga inilah Yesus sering berkunjung untuk beristirahat dan mengobrol. Dalam Injil setidaknya dijumpai tiga kisah tentang Yesus dan keluarga di Betania ini.

Pertama, tentang Lazarus yang dibangkitkan, kedua tentang Maria dan Marta. Akhirnya hari ini kita merenungkan tentang kembalinya Yesus ke Betania untuk mengadakan perjamuan setelah Lazarus dibangkitkan Yesus.

Yang menarik dari kisah tersebut adalah suatu lukisan tentang peran setiap orang dalam komunitas. Lazarus digambarkan turut makan bersama Yesus, tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.

Maria meminyaki kaki Yesus, dan Marta sibuk melayani perjamuan. Masing-masing bertindah secara wajar, melakukan sesuatu yang paling mereka sukai dan menyumbang bagi keluarga atau komunitasnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved