Senin, 20 April 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik 14 April 2025, Sebuah Ketulusan

Mari simak renungan harian Katolik 14 April 2025. Tema renungan harian Katolik sebuah ketulusan. 

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik 14 April 2025, Sebuah Ketulusan
POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
MISA-Misa di Gereja Kristus Raja Katedral Kota Kupang, Sabtu (5/4/2025). Mari simak renungan harian Katolik 14 April 2025. Tema renungan harian Katolik sebuah ketulusan.  

Kitapun adalah orang yang memiliki perbedaan rasa dan minat. Kodrat dan bakat rohani kita berbeda, namun itu semua merupakan hadiah bagi komunitas. Yesus tidak mengharapkan Lazarus mengurapi Yesus atau Marta menyediakan makan siang atau Maria duduk manis di bawah kaki-Nya dan bercakap-cakap dengan Dia.

Bukankah itu merupakan suatu gambaran yang mengagumkan tentang bagaimana orang menjadi dirinya sendiri dihadapan Tuhan? Kita mesti menjadi diri kita sendiri dan bahagia dengan anugrah yang kita miliki.

Dalam sebuah peristiwa saat perjamuan seperti perikop diatas, Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya. Kejadian ini disaksikan oleh Yudas Iskariot dan membuat hatinya sangat kesal.

Sebagai bendahara kelompok ia melihat tindakan itu sebagai pemborosan. Pikirnya daripada dituang di kaki Yesus lebih baik diberikan untuk dijual dengan harga yang mahal. Yesus berpandangan lain, Ia justru mendukung tindakan Maria: “biarkanlah dia melakukan hal ini”

Berapa harga sebuah ketulusan pelayanan? Sebuah ketulusan tidak bisa diberi harga. Ketika sebuah ketulusan diberi harga maka hilanglah nilai ketulusan itu sehingga tak bernilai sebagai pelayanan lagi melainkan menjadi sebuah perdagangan.

Yesus melihat dan menghargai tindakan Maria sebagai sebuah pelayanan yang muncul dari ketulusan hatinya. Inilah pelayanan yang bernilai tiada tara, pertama-tama bukan barang mahal yang dikorbankannya, tetapi karena ia ingin memberikan yang terbaik yang bisa diberikannya kepada Tuhan.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, kami sering patah semangat karena kelemahan kami. Maka kami mohon, semoga berkat sengsara Putra Tunggal-Mu kami mendapat kekuatan baru. 

Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. (sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved