Opini Paskah 2025
Kamis Putih Buat Pemimpin Pemerintahan
Para pemimpin pemerintahan, baik daerah maupun nasional sedang dihadapkan berbagai perubahan kehidupan di dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kamis-Putih-di-Rutan-Maumere.jpg)
Perubahan melanda pula mentalitas dan struktur kehidupan masyarakat yang sering menimbulkan pertentangan, seperti hal-hal tentang warisan, pasar dan pemberdayaan ekonomi, biaya penddikan, ekologi, politik, dan sebagainya. Pertentangan antarkelompok masyarakat yang kerap kali tidak sabar, malah berontak karena menuntut kebijaksanaan, keadilan, dan kemanusiaan.
Lembaga-lembaga perundangan dengan cara berpikir dan cita rasa yang diwariskan pendahulu tampaknya tidak selalu dapat diselaraskan dengan baik kepada keadaan dewasa ini; maka terjadi penjungkirbalikan besar dalam cara dan kaidah bertindak itu sendiri.
Malah, tidak dapat dimungkiri pulah bahwa perubahan juga terjadi dalam lingkup kehidupan agama yang terdampak pada kehidupan baru. Banyak pihak yang memiliki kemampuan menilai lebih tajam, membersihkan agama dari konsep magis tentang dunia dan dari takhyul yang masih beredar, serta masih menuntut penganutan iman yang lebih pribadi dan aktif. Di satu sisi, masa yang besar secara praktis meninggalkan agama karena penanutnya yang tidak mencerminkan keteladanan.
Penyangkalan Allah atau agama bukan lagi sesuatu yang asing. Justru hal itu tidak jarang dianggap sebagai tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan atau semacam humanisme baru. Di banyak wilayah, hal itu tidak saja dicetuskan dalam dalil-dalil para filsuf, tetapi memangaruhi secara luas sastra, seni, tafsiran ilmu-ilmu manusia, serta sejarah dan perundangan negara sendiri sedemikian rupa, sehingga banyak orang dikacaukan olehnya.
Baca juga: Umat Lintas Agama di Kota Ruteng Berkabung, Tablo Jalan Salib Terpusat di Natas Labar
Harapan dan Kecemasan