Minggu, 3 Mei 2026

Paus Fransiskus Meninggal Dunia

Selamat Jalan Paus Fransiskus

Dia menjadi Paus yang ke-266 dalam Gereja Katolik, Paus pertama yang berasal dari Amerika Latin.

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Selamat Jalan Paus Fransiskus
TRIBUNFLORES.COM/HO-IST
PAUS - Paus Fransiskus. 

Banyak orang menyaksikan bahwa dia sederhana, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi lebih dalam pilihan dan cara hidupnya.

Dalam kepemimpinannya, dia telah mereformasi Gereja dalam beberapa hal berikut. 

Pertama, mereformasi Kuria Romana dengan menyederhanakan struktur administrasi Vatikan lewat Konstitusi Apostolik Praedicate Evangelium (2022). 

Dia mengambil langkah penting untuk menempatkan Kongregasi Propaganda Fide di urutan pertama yang sebelumnya selalu ditempati oleh Kongregasi Pengajaran Iman. 

Keputusan ini menurut teolog Stephen Bennett Bevans tepat karena kembali menempatkan misi pada tempatnya yang memang sejak Gereja Perdana telah menjadi hakikat dari Gereja. 

Kedua, Paus Fransiskus telah membuat banyak upaya untuk meningkatkan pengawasan, transparansi dan akuntabilitas keuangan Takhta Suci Vatikan. 

Ketiga, dia menangani kasus pelecehan seksual dalam Gereja dengan lebih tegas. 

Keempat, Paus Fransiskus juga dikenal lewat isu-isu sosial dan moral yang ditanganinya. Terhadap kerusakan ekologi dan perubahan iklim, dia menyerukan perawatan terhadap bumi sebagai rumah bersama. 

Terhadap fenomena perceraian dalam Gereja Katolik, dia lebih terbuka dan penuh belaskasih. Terhadap isu  LGBTQ+ dia menyerukan penghentian kriminalisasi terhadap mereka, sambil tetap mempertahankan ajaran dan pendirian Gereja Katolik. 

Dia juga terkenal sangat vokal dalam membela kaum miskin, para imigran dan perang dalam segala bentuknya.

Dunia akan tetap mengenang Paus Fransiskus lewat dokumen-dokumen penting yang telah ditulisnya. 

Beberapa di antaranya yang dapat disebutkan yakni Evangelii Gaudium (2013) tentang karya pewartaan Injil; Laudato Si' (2015) tentang lingkungan hidup; Fratelli Tutti (2020) tentang persaudaraan dan persahabatan sosial antar umat manusia; Amoris Laetitia (2016) tentang keluarga dalam konteks dunia modern. 

Paus Fransiskus dilihat secara berbeda oleh banyak orang, tergantung "kacamata" macam apa dipakainya untuk meneropong sosok terkenal ini. 

Sebagian kalangan konservatif menilai dia sebagai pemimin yang terlalu progresif, sementara itu, kaum progresif melihatnya terlalu lamban dalam mereformasi Gereja. 

Tantangan global yang dihadapinya selama masa kepausannya adalah pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina, dan perang Israel-Palestina yang sampai sekarang belum kunjung usai. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved