Festival Pantai Ligota 2025
Ratusan Pria Kesatria Manggarai Timur NTT Ikut Pentas Caci
Ratusan pria mengikuti pentas tarian caci yang selenggarakan oleh Panita Festival Pantai Ligota edisi ke-2 Tahun 2025 di pantai Ligota
Penulis: Robert Ropo | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PENTAS-CACI-Tampak-pementasan-caci.jpg)
Tari caci ini dimainkan saat syukuran musim panen (hang woja), ritual tahunan syukuran panen (penti), upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya, serta dipentaskan untuk menyambut tamu penting, termasuk juga bisa dilaksanakan saat acara festival.
Tarian caci mengandung makna simbolis, melambangkan kejantanan, kepahlawanan , keramaian ,kemegahan dan semangat sportivitas yang tinggi. Tarian ini menggambarkan suka cita masyarakat Manggarai. Caci merupakan tarian kesatriaan para pria.
Setiap pemain caci wajib mengenakan berbagai aksesoris tradisional masyarakat setempat yaitu jonggo atau sapu (destar), stangan (sapu tangan), celana panjang putih dipadukan dengan towe songke (sarung songke), selendang songke, panggal yang dibuat dari kulit sapi, lalong deki, nggorong (giring), dan tubi rapa.
Kepala Desa Compang Ndejing, Ahmad Jabur kepada TRIBUNFLORES.COM, menerangkan pentas tarian caci dalam festival ini dengan tujuan untuk mewariskan budaya masyarakat Manggarai khususnya Manggarai Timur yang telah diwariskan oleh leluhur atau nenek moyang.
Baca juga: Disiarkan Langsung, Ini Link Live Streaming Misa Pemakaman Paus Fransiskus Sore Ini
Selain itu, pentas tarian caci dilaksanakan di Pantai Ligota untuk mempromosikan tempat wisata tersebut sebagai aset milik desa wisata Compang Ndejing, sekaligus mempromosikan budaya caci kepada dunia luar.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Manggarai Timur Rofinus Hibur Hijau, melalui Kepada Bidang Kebudayaan, Dinas Parbud Kabupaten Manggarai Timur Agustinus Harum menerangkan, pentas caci ini dalam rangka mewariskan budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang dari nenek moyang masyarakat Manggarai.
Selain itu, pentas caci ini juga dalam rangka mempromosikan budaya Manggarai kepada pengunjung. Karena itu kepada setiap pemain caci harus mengenakan asesoris lengkap termasuk wajib memakai selendang Leros dan Songke karena selendang Leros adalah salah satu aset budaya yang hanya dimiliki masyarakat di Manggarai Timur.
Agustinus juga menerangkan, dalam pentas caci pada festival ini menghadirkan tim tamu (meka landang) dari rumah adat (gendang) Ntaur, sedangkan tim tuan rumah dari Desa Compang Ndejing dan juga dari gendang Bondo dengan masing-masing kontingen menurunkan 50 orang pemain caci termasuk orang tua (tokoh adat) sebagai pendamping.