PLN UIP Nusra
Progres PLTP Ulumbu Terus Melaju, PLN Perkuat Komitmen Transisi Energi Bersih di Poco Leok
Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, keberlanjutan, dan keterlibatan aktif masyarakat, PLN berupaya menghadirkan pasokan listrik yang andal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/ULUMBU.jpg)
TRIBUNFLORES.COM,MATARAM - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mencatat kemajuan signifikan dalam pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5-6 (2x20 MW) di Poco Leok, Kabupaten Manggarai. Proyek ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mempercepat transisi menuju energi bersih di kawasan Nusa Tenggara.
Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, keberlanjutan, dan keterlibatan aktif masyarakat, PLN berupaya menghadirkan pasokan listrik yang andal, ramah lingkungan,serta mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil.
Saat ini, pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 menunjukkan progres positif. Dari total Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulumbu seluas 18.280 hektare, PLN telah membebaskan sekitar 10,3 hektare lahan untuk keperluan pembangunan wellpad D, E, F, dan J. Sementara itu, untuk wellpad H dan I masih dalam tahap persiapan pengadaan tanah melalui mekanisme penentuan lokasi.
Selain itu, terdapat sekitar 8 hektare lahan yang saat ini masih dalam proses pengadaan. Area tersebut mencakup pembukaan jalan baru menuju lokasi wellpad, pelebaran jalan eksisting, serta kebutuhan lahan untuk pembangunan wellpad H dan I.
• Respons Penolakan Geothermal, PLN UIP Nusra Siapkan Ruang Dialog Sehat
"Di Poco Leok, pengadaan lahan terus berjalan untuk pembangunan akses jalan serta dua titik wellpad tambahan, H dan I. Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 19 Tahun 2021, dan didampingi oleh Kantor Pertanahan ATR/BPN Manggarai," jelas Osta Melanno, Manager UPP Nusra 2.
Osta menambahkan, berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi oleh Kantor Pertanahan Manggarai, sebagian besar area pembangunan berada di atas lahan yang tidak digunakan secara produktif oleh masyarakat.