Minggu, 12 April 2026

Gunung Lewotolok Erupsi

24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata NTT 67 Kali Erupsi

Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembatam, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir, Minggu 11 Mei 2025, periode

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto 24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata NTT 67 Kali Erupsi
TRIBUNFLORES.COM / MAGMA INDONESIA
GUNUNG LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir, Minggu 11 Mei 2025, periode 00:00-24:00 Wita.24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata NTT 67 Kali Erupsi 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir, Minggu 11 Mei 2025, periode 00:00-24:00 Wita.

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau waspada.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

""Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur.Suhu udara sekitar 23-30°C,"Yeremias dikutip dari laman magma.esdm.go.id Senin 12 Mei 2025 pagi.

Baca juga: Gunung Lewotolok Lembata NTT 139 Kali Erupsi 24 Jam Terakhir, Waspada Potensi Bahaya Lahar

 

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 67 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 11.7-29.2 mm, dan lama gempa 36-104 detik.

116 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.5-7.8 mm, dan lama gempa 28-56 detik.

2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 1.9-5 mm, S-P 1.2-1.5 detik dan lama gempa 12-19 detik.

1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 1.6 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 281 detik.

Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved