Kamis, 30 April 2026

Idul Adha 2025 di Ende

Hewan Kurban di Ende Bebas PHMS dan PMK, Distan Ende NTT Siagakan 49 Petugas

Kita ingin memastikan hewan kurban benar-benar sehat dan layak, proses penyembelihan memenuhi prinsip Kesehatan

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Hewan Kurban di Ende Bebas PHMS dan PMK, Distan Ende NTT Siagakan 49 Petugas
TRIBUNFLORES.COM/HO.DINAS PERTANIAN KABUPATEN ENDE
PETUGAS PEMERIKSA HEWAN - Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Pertanian menyiagakan sebanyak 49 petugas pemeriksa hewan kurban guna memastikan hewan yang dikurbankan memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), Rabu (4/6/2025). 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Pertanian menyiagakan sebanyak 49 petugas pemeriksa hewan kurban guna memastikan hewan yang dikurbankan memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Langkah ini dimulai dengan rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Mapolres Ende, melibatkan Wakapolres Ende, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende Gadir H. Ibrahim Dean, SP, Ketua 1 Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Ende, Ketua MUI Ende, serta Kepala Rumah Potong Hewan (RPH) Ende, Vinsensius Seran, S.Pt, bersama para pemangku kepentingan lainnya.

Usai rapat, Dinas Pertanian Kabupaten Ende langsung menggelar pertemuan lanjutan di aula kantor dinas sekaligus melepas 49 petugas pemeriksa hewan yang akan disebar ke 17 kecamatan di Ende yang melaksanakan pemotongan hewan kurban. 

Para petugas ini terdiri dari staf dinas dan dokter hewan swasta yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wilayah NTT.

 

Baca juga: PHBI Ende NTT Siap Sembelih Ratusan Hewan Kurban saat Idul Adha 2025

 

 

Dalam keterangannya kepada TribunFlores.com, Rabu (4/6/2025), Kadis Pertanian Gadir H. Ibrahim Dean menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap hewan kurban agar terhindar dari Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan antraks, yang sebagian di antaranya bersifat zoonosis atau menular ke manusia.

“Kita ingin memastikan hewan kurban benar-benar sehat dan layak, proses penyembelihan memenuhi prinsip Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dan Kesejahteraan Hewan (Kesrawan), sehingga daging yang dikonsumsi masyarakat aman dan halal,” jelas Gadir Dean.

Pemeriksaan mencakup dokumen asal hewan, Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), pemeriksaan ante-mortem (sebelum disembelih) dan post-mortem (setelah disembelih), serta kebersihan dan kelayakan tempat penyembelihan.

Tahun ini, Kabupaten Ende juga mendapat kepercayaan untuk mengirim ternak sapi sebagai hewan kurban ke Provinsi Jawa Barat. 

Di sisi lain, diperkirakan jumlah hewan kurban yang disembelih di Ende juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan bantuan dari para donatur luar daerah berupa dana tunai, sementara sapinya berasal dari peternak lokal.

Adapun sejumlah hewan kurban bantuan pejabat nasional dan daerah yang akan disalurkan di Ende antara lain sapi kurban Presiden RI diserahkan ke Masjid Nurul Iksan Maubasa, sapi kurban Gubernur NTT diserahkan ke Masjid Baitul Rahman Kanakera, sapi kurban Bupati dan Wakil Bupati Ende akan disebar ke beberapa masjid di wilayah kabupaten.

Namun, Gadir Dean tidak mengetahui jumlah pasti hewan kurban bantuan pejabat nasional dan daerah yang akan disalurkan di Ende karena menjadi urusan Bagian Kesra Setda Ende. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved