Gunung Lewotolok Erupsi
Gunung Lewotolok Lembata NTT Alami 156 kali Gempa Letusan
Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Minggu 8 Juni 2025, periode 0
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gunung-Lewotolok-Lembata-NTT-Alami-156-kali-Gempa-Letusan.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Minggu 8 Juni 2025, periode 00:00-24:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau waspada.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 23-30°C,"tulis Yeremias dikutip dari laman magma.esdm.go.id Senin 9 Juni 2025 siang.
Baca juga: Gunung Lewotolok Lembata 208 Kali Gempa Erupsi, Warga Diminta Tetap Waspada
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 156 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 11.7-40 mm, dan lama gempa 40-92 detik.
279 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3.3-25.3 mm, dan lama gempa 20-40 detik.
4 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 5.8-15.6 mm, dan lama gempa 189-225 detik.
2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 1.9-19.5 mm, S-P 1-1.2 detik dan lama gempa 13-17 detik.
Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Rumah dan Lahan Pertanian Warga 7 Desa di Lembata Terdampak Abu Vulkanik Gunung Lewotolok |
|
|---|
| Gunung Lewotolok Lembata 2 Kali Erupsi Senin Pagi, Tinggi Kolom Abu Capai 500 Meter |
|
|---|
| Gunung Lewotolok di Lembata Erupsi, Kolom Abu Capai 300 Meter |
|
|---|
| Status SIAGA, Gunung Lewotolok NTT 58 Kali Gempa Letusan 103 Kali Gempa Hembusan |
|
|---|
| Gunung Lewotolok NTT 5 Kali Gempa Erupsi 31 Kali Gempa Hembusan |
|
|---|