Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Senin 9 Juni 2025, Maria Datang kepada Yesus
Mari simak renungan Katolik Senin 9 Juni 2025. Tema renungan Katolik Maria datang kepada Yesus.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PATER-JOHN-LEWAR-SVD-Sosok-Pater-John-Lewar-SVD.jpg)
Hari ini kita memperingati Santa Perawan Maria Bunda Gereja. Ada tiga
hal yang menjadi dasar refleksi kita pada hari ini. Pertama, Maria menjadi
teladan iman yang dekat dengan Misteri Salib. Injil di atas memberi
gambaran jelas bahwa Bunda Maria telah memberi teladan iman yang
konsisten-setia. Iman yang dihayati Maria, teristimewa dalam drama
penyaliban Yesus adalah Iman yang bergerak dalam tatapan hening
kepada Yesus. Dalam kesedihan mendalam, Maria “melihat” peristiwa
Salib dalam kepasrahan total pada rencana Tuhan. Tak tangguh-tangguh,
Yesus yang melihat Ibunya yang konsisten-setia mencurahkan anugerah
istimewa bagi kita melalui murid yang dikasihi-Nya untuk menerima Maria
sebagai Ibu kita.
Kedua, Bersama Maria kita mempersembahkan perjalanan hidup iman
kita dalam dan melalui Ekaristi. Dari sinilah kita paham, bahwa
peringatan ini jatuh pada hari sesudah Pentekosta karena Roh Kuduslah
yang menyertai ziarah kita bersama Bunda Maria menuju persatuan
dengan Yesus melalui: Misteri Salib, Ekaristi dan Gereja.
Ketiga, Maria memberi dirinya sebagai ibu Yesus Sang Penebus dan Ibu
bagi anak-anak yang ditebus. Satu hal yang dapat kita renungkan dalam
pengalaman hidup iman kita: kalau ada penderitaan atau kesulitan dalam
hidup harian kita, lihatlah Salib Yesus, serahkan hati kita kepada Yesus
melalui Ekaristi dalam keheningan batin dan kepasrahan total pada Yesus.
Ia akan membalas tatapan iman kita yang hening dengan suara kasih
Nya: Ibu, inilah anakmu, dan inilah Ibumu”.
Perjalanan Gereja penuh tantangan, begitu pula perjalanan hidup kita.
Jangan takut, Surga ada di telapak kaki ibu”. Sebab kita tidak sendirian.
Maria setia mendampingi kita, bahkan dalam saat-saat yang paling berat.
Bersama Maria, kita dapat menjalani hidup dengan tenang, sebab
berjalan bersamanya, kita akan diantar sampai kepada sang Putra.
Kesatuan antara Kristus, Bunda Maria, dan Gereja sungguh tak
terpisahkan. Hati Bunda Maria selalu terbuka menerima keluh-kesah kita
untuk disampaikan kepada Kristus Putranya dan senantiasa menyertai
kita dengan doa-doanya.
Doa:
Ya Bunda Maria, bunda yang penuh kasih, doakanlah kami agar tetap
setia menjadi pengikut Putramu Yesus Kristus. Amin
Sahabatku yang terkasih, Selamat memperingati Santa Perawan Maria
Bunda Gereja. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana
saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin (Sumber iman katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORE.COM Lainnya di Google News