Berita Ende
Cuaca Buruk, Nelayan di Ende NTT Takut Melaut
Angin kencang serta gelombang tinggi yang melanda wilayah pesisir Selatan Pulau Flores selama beberapa pekan terakhir mengakibatkan para nelayan taku
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Cristin Adal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/CUACA-BURUK-DI-ENDE.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Angin kencang serta gelombang tinggi yang melanda wilayah pesisir Selatan Pulau Flores selama beberapa pekan terakhir mengakibatkan para nelayan takut melaut.
Pantauan TribunFlores.com, Selasa (10/6/2025) pagi di Pantai Bita di Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, angin kencang serta gelombang tinggi mengakibatkan puluhan perahu nelayan terpaksa parkir di pinggir pantai.
Selain di Pantai Bita di Kelurahan Mautapaga, puluhan nelayan di wilayah Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan juga enggan melaut karena cuaca buruk.
Abdul Haris Abu Bakar, salah seorang nelayan rompong di wilayah Kelurahan Tanjung mengaku sudah satu minggu dirinya enggan melaut karena cuaca yang tidak bersahabat.
Baca juga: Wakajati NTT : JPU Tidak Main-main Tangani Perkara eks Kapolres Ngada
"Saat ini musim tenggara, para nelayan di sekitar pesisir selatan ini kesulitan melaut kecuali kita monitor di GPS untuk pastikan cuaca baru bisa melaut kalau tidak kami setengah mati musim-musim begini, kondisi ini sejak hari raya Idul Adha, tanggal 4 itu, sudah hampir satu minggu ini kami tidak melaut," kata Abdul Haris.
Ia mengaku, selama kurang lebih satu minggu belakangan dirinya tidak mendapat penghasilan sama sekali.
"Mudah-mudahan Jumat depan ini sudah bisa, kalau kita lihat dalam google (red: GPS) angin sudah agak reda, inikan anginnya 17 knot," tutur Abdul Haris.
Meski demikian dirinya tidak mengkuatirkan ekonomi keluarganya karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya mengandalkan hasil berjualan ikan selama ini yang ia simpan.
Untuk mengisi waktu luang sambil menunggu cuaca membaik, dirinya terpaksa membeli ikan dari papalele untuk dijual kembali itupun hanya ikan-ikan yang berasal dari Kabupaten Sikka.
Apabila cuaca bersahabat, dirinya bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 500 ribu/hari. Dengan adanya cuaca buruk, Abdull Haris mengaku sudah mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah.
Ia memprediksi, cuaca buruk berupa angin kencang disertai gelombang tinggi bisa terjadi hingga akhir bulan September. (bet)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Wakajati NTT : JPU Tidak Main-main Tangani Perkara eks Kapolres Ngada |
|
|---|
| Fajar Lukman Sempat Diinterogasi Jaksa Sebelum Ditahan di Rutan Kupang NTT |
|
|---|
| Fraksi PKB Sikka Minta RPJMD 2025-2029 Harus Berbasis Regulasi, Data dan Kemampuan Keuangan Daerah |
|
|---|
| "Jagung Bose" di Kanwil Kemenkum NTT Saat Diskusi Santai Bersama Media |
|
|---|