TPPO di NTT
Polda NTT Ungkap Kasus TPPO dan People Smuggling Ada 13 Pelaku Diproses
Polda NTT ungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan orang atau people smuggling yang diproses selama enam bulan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus CHRISANTUS Gonsales
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Polda NTT ungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan orang atau people smuggling yang diproses selama enam bulan terakhir, dari Januari 2025 hingga Juni 2025 dengan total 13 pelaki yang diproses hukum
"Delapan pelaku di antaranya sudah P21, sudah ditahap dua ke Kejaksaan. Empat tersangka TPPO masih dalam proses, dan ditahan di ruangan Polda NTT. Untuk yang people smuggling masih dalam proses dan kita tahan di ruangan tahanan Polda NTT," kata Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmono, S. I. K., M.Si melalui Dirreskrimum Polda NTT, Kombes Pol Patar Silalahi, S.IK, pada Kamis (12/6/2025).
Saat jumpa pers di ruangan Humas Polda NTT, Kombes Patar mengatakan ada enam kasus sudah ditangani.
"Enam kasus TPPO yang P21 dan satu kasus people smuggling yang P21," ujar Kombes Patar.
Baca juga: Komnas HAM Sebut Satgas TPPO di NTT Jarang Rapat, Kepala BP2MI Juga Bingung
Dikatakan dari enam laporan polisi yang masuk, terdapat tiga laporan polisi di tahun 2024, sedangkan di tahun 2025 ada tiga laporan polisi.
Pertama, laporan yang masuk pada 4 November 2024 kasus TPPO dengan modus mempekerjakan calon pekerja migran Indonesia ke Malaysia dengan tanpa prosedur atau illegal. Status kasus ini sudah P21.
Kedua, laporan pada 25 Maret 2024 dengan modus mempekerjakan WNI ke Batam tanpa prosedur.
Ketiga, pada 7 November 2024 dengan modus pemagangan ke Taiwan.
Baca juga: Pikap Kasih Sayang Terjun ke Jurang di Kisol Manggarai Timur
Keempat, di 22 Mei 2025 modus melakukan perekrutan tanpa prosedur untuk bekerja di Malaysia.
Kelima, laporan 29 Mei 2025 modus merekrut menawarkan gaji tinggi untuk bekerja di Malaysia.
Keenam, laporan pada 6 Juni 2025 dengan modus merekrut dan dikirim melalui kapal laut dengan tujuan Kalimantan tanpa prosedur.
Untuk people smuggling berdasrkan laporan pada 28 December 2024 dengan modus penyelundupan WNA Bangladesh ke Australia dan juga menyelundupkan WNA China dari Labuan Bajo ke Australia.
"Korban dari Bangladesh ada delapan orang, dan dari China sebanyak enam orang," ungkap Patar.
Lebih lanjut Dirreskrimum Polda NTT mengaku berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan pihaknya masih menemukan penyelundupan WNA menggunakan jaringan lokal yang bersumber dari Sulawesi. (moa)
Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.