Berita Ngada
Suara Anak Ngada Guncang Forum RPJMD 2025
Suara lantang anak-anak Kabupaten Ngada menggema dalam Forum Musrenbang RPJMD tingkat kabupaten Ngada hari ini. Dua perwakilan dari Forum Anak menyamp
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Forum-anak-Ngada.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA-Suara lantang anak-anak Kabupaten Ngada menggema dalam Forum Musrenbang RPJMD tingkat kabupaten Ngada hari ini. Dua perwakilan dari Forum Anak menyampaikan kondisi memprihatinkan yang tengah dihadapi anak-anak di wilayah tersebut, khususnya terkait meningkatnya kasus kekerasan.
Hal itu mereka ungkapkan, saat menyampaikan suara hati kelompok rentan sebelum forum Konsultasi Publik RPJM Kabupaten Ngada Periode 2025-2029, yang dibuka oleh Bupati Ngada Raymundus Bena, di Aula Setda Ngada, Selasa (27/06/2025).
Data mengungkap fakta mengejutkan yang mereka sampaikan, Tahun 2024 tercatat 22 kasus kekerasan terhadap anak, dengan 17 di antaranya adalah kekerasan seksual.
Baca juga: Dua Jenazah PMI Asal Lembata dan Flores Timur Tiba di Kupang
Sepanjang 2025 hingga pertengahan tahun ini, sudah terdapat 12 kasus, termasuk 8 kekerasan seksual, 2 kekerasan fisik, dan 2 kekerasan psikis.
Lebih mencengangkan, sebagian besar pelaku kekerasan justru berasal dari lingkaran keluarga sendiri: orang tua, kakak kandung, hingga kerabat dekat. Kondisi ekonomi sulit dan keluarga bermasalah (broken home) disebut sebagai latar belakang utama.
Dalam pernyataan resminya, Agustina Graselia Dholo dan Gibran Marjan menegaskan, hal itu mengungkapkan mewakili suara hati anak Ngada.
"Kami mewakili suara hati anak-anak Ngada. Ini bukan sekadar angka, ini adalah jeritan nyata yang selama ini terpendam,” ungkapnya.
Mereka menuntut pemerintah agar menggelar sosialisasi Hak Kesehatan Seksual Reproduksi Remaja (HKSR) dan perlindungan hukum secara berkelanjutan.
Selain itu, mendorong Ngada menjadi Kabupaten Layak Anak, melalui pemenuhan 5 klaster hak anak dan 24 indikator nasional.
Juga Menghidupkan kembali Forum Anak Kabupaten Ngada sebagai wadah aspirasi dan komunikasi anak dengan pemerintah dan Memperkuat ketahanan keluarga lewat program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga bermasalah.
Para siswa juga mengkritik vakumnya Forum Anak sejak 2023 akibat ketiadaan anggaran, dan mendesak agar wadah ini diaktifkan kembali demi perlindungan dan pemberdayaan anak-anak secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Ngada diharapkan segera menanggapi tuntutan ini, demi masa depan generasi muda yang lebih aman, berdaya, dan terlindungi.
Adapun kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romi Juji, Pimpinan OPD, Para Camat dan Pelaku UMKM, Akademis, Wartawan dan Padang Ikan, Kelompok Rentan dan Tokoh Adat. (Cha)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News