Sabtu, 2 Mei 2026

Berita NTT

Dua Jenazah PMI Asal Lembata dan Flores Timur Tiba di Kupang

Jenazah pekerja migran ini merupakan pekerja yang masuk dalam PMI Undocumented atau yang berarti tidak memiliki dokumen secara resmi. 

Tayang:
Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Dua Jenazah PMI Asal Lembata dan Flores Timur Tiba di Kupang
POS-KUPANG.COM/MARIA SELFIANI BAKI WUKAK 
JENAZAH - Kedua Jenazah PMI tiba di Kupang, Senin (16/6) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Selfiani Baki Wukak 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dua jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba di Bandara El Tari Kupang, Senin (16/6). 

Kedua jenazah tiba di Kupang dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia 456. 

Jenazah pekerja migran ini merupakan pekerja yang masuk dalam PMI Undocumented atau yang berarti tidak memiliki dokumen secara resmi. 

Kedua jenazah ini saat tiba di Kupang disambut oleh pihak keluarga yang datang langsung dari Lembata atau yang berada di Kupang maupun juga pihak terkait seperti dari BP3MI Provinsi NTT. 

Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penyalur Beras SPHP, Masyarakat Dapat Harga Terjangkau

 

 

Identitas kedua jenazah tersebut yakni Kornelis Kolo yang beralamat di Desa Puor B, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata dan Kadir Bin Kaseem alias Paulus Payon Doni yang beralamat di RT/RW 005/004 Desa Nelelamawang, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur. 

Untuk jenazah Kadir Bin Kaseem disemayamkan di rumah keluarga yang berada di Kelurahan Belo, sedangkan jenazah Kornelis Kolo disemayamkan di Biara JPIC Nasipanaf. 

Kedua jenazah ini sebelum diberangkatkan ke tempat masing-masing di doakan oleh Suster Launrentina bersama seorang Romo. 

Penyuluhan Hukum Ahli Pertama dari BP3MI Provinsi NTT, Steven Gunawan saat ditemui reporter POS-KUPANG.COM, menyampaikan penyebab kematian dari kedua pekerja migran ini. 

“Hari ini kami ada pelayanan penjemputan kedua jenazah pekerja migran Indonesia, yang pertama Kadir Bin Kaseem atau Paulus Payon Doni, almarhum berkerja di Malaysia sudah 35 tahun. Penyebab kematiannya adalah kondisi serius aliran darah tersumbat di otak seusai dengan surat yang kami dapatkan dari perwakilan Indonesia yang ada di Malaysia. Kedua, atas nama Kornelis Kolo, almarhum bekerja di Malaysia dengan jangka waktu 13 tahun,” kata Steven. 

Steven mengatakan kalau tidak halangan, mereka akan melakukan keberangkatan kembali ke daerah masing-masing pada hari ini Selasa, (17/6). 

Baca juga: KM Lawit dan KM Awu akan berangkat Pada 20 - 30 Juni 2025, dari Kumai - Semarang

Steven juga menyampaikan saat ini sudah terdata 66 jenazah pekerja migran Indonesia yang pulang ke NTT, hanya empat saja yang berstatus prosedural dan sisanya non prosedural. 

Steven juga memberikan himbauan kepada masyarakat kepada masyarakat terutama yang ingin berangkat dan mencari kerja ke luar negeri agar sesuai dengan prosedur yang berlaku. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved