Minggu, 10 Mei 2026

Erupsi Gunung Lewotobi Laki laki

Waspada Dampak Erupsi Gunung Lewotobi, BPBD NTT Minta Warga Gunakan Masker dan Pelindung 

BPBD juga menyerukan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan semua pihak. Partisipasi aktif

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Waspada Dampak Erupsi Gunung Lewotobi, BPBD NTT Minta Warga Gunakan Masker dan Pelindung 
TRIBUNFLORES.COM/HO-MAGMA.ESDM.GO.ID
Penampakan Letusan Gunung Lewotobi di Flores Timur Malam Ini, 7 Juli 2025. 

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta warga di sekitar Kabupaten Flores Timur (Flotim) dan Sikka agar menggunakan masker serta pelindung wajah. 

Imbauan itu dikeluarkan BPBD NTT menyusul erupsi Ile Lewotobi Laki-laki sejak Senin, (7/7/2025) siang hingga malam. Akibatnya hujan abu menyelimuti sejumlah wilayah. 

"Warga yang tinggal di daerah terdampak untuk selalu menggunakan masker atau pelindung hidung dan mulut, guna menjaga kesehatan pernapasan dari paparan abu vulkanik," kata Plt Kepala BPBD NTT Samuel Halundaka, Senin.

BPBD juga menyerukan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan semua pihak. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung langkah-langkah mitigasi bencana demi keselamatan bersama.

 

Baca juga: Dampak Letusan Lewotobi di Flores Timur, Bandara Komodo Labuan Bajo Ditutup Sementara

 

 

Masyarakat, kata dia, diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan,dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi demi menghindari kepanikan.

Dalam penjelasannya, pasca erupsi tidak ada laporan mengenai korban meninggal dunia ataupun luka-luka. Adapun pengungsi, mencapai 4.062 jiwa atau 1.152 Kepala Keluarga dengan sebaran 1.987 laki-laki dan 2.068 perempuan. 

Saat ini, menurut Samuel langkah-langkah penanganan sedang dilakukan. BPBD setempat bersama unsur terkait melakukan penanganan darurat pasca kejadian itu. 

Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki, erupsi pada pukul 11:05 WITA dengan tinggi kolom abu teramati 18.000 meter di atas puncak atau  19.584 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara, timur laut, dan barat laut. 

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi 6 menit 26 detik," kata Samuel. 

Erupsi disertai suara dentuman kuat dan awan  panas 5 km ke arah utara dan timur laut
Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat.

Dia mengatakan, status gunung ini pada level IV Awas. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dan Sektoral Barat Daya - Timur laut  7 Km dari pusat erupsi. 

"Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya," katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved