Breaking News
Rabu, 15 April 2026

Berita Malaka

Wabup Malaka: Pembangunan Rumah Badai Seroja Masih Mangkrak

Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), angkat bicara soal mangkraknya pembangunan rumah bantuan bagi korban badai Seroja tahun 2021. 

Tayang:
Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Wabup Malaka: Pembangunan Rumah Badai Seroja Masih Mangkrak
POSKUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
BADAI SEROJA - Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), angkat bicara soal mangkraknya pembangunan rumah bantuan bagi korban badai Seroja tahun 2021, Senin (7/7/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), angkat bicara soal mangkraknya pembangunan rumah bantuan bagi korban badai Seroja tahun 2021. 

Saat ditemui POS-KUPANG.COM di kediamannya pada Senin (7/7/2025), HMS mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pendataan ulang oleh BPBD Malaka.

“Saat ini kita minta BPBD turun ke setiap desa terdampak untuk mendata ulang rumah yang belum selesai dibangun, termasuk siapa kontraktornya,” ujar Henri.

Menurutnya, hingga kini pemerintah daerah belum mengetahui secara pasti siapa saja kontraktor yang bertanggung jawab, karena proyek tersebut berlangsung pada masa pemerintahan sebelumnya. 

Baca juga: Semifinal Piala Dunia Antar Klub, Thiago Silva Jumpa Mantan Klub yang Dicintainya

 

 

Ia menegaskan bahwa masa pembangunan rumah belum rampung, namun anggaran sudah habis.

“Selama ini kita belum tahu secara jelas siapa kontraktor yang kerja. Tapi bangunan belum selesai, dan dananya sudah terpakai. Kita minta BPBD cari tahu secara pasti,” katanya.

Terkait sanksi bagi kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaannya, Henri mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pendataan. Jika terbukti lalai, maka akan dilakukan pemanggilan dan bisa saja proses hukum ditempuh.

“Sementara ini enam orang sudah buat pernyataan siap selesaikan rumah yang terbengkalai. Mereka juga diminta mengungkap siapa saja yang belum tuntaskan pekerjaannya. Kalau tidak selesai, kita dorong ke aparat penegak hukum,” jelasnya.

HMS juga menyebut bahwa masalah ini sedang ditangani oleh Polda NTT, namun belum ada informasi lanjutan mengenai perkembangan penyelidikannya.

Ia berharap pembangunan rumah bantuan tetap dilanjutkan agar masyarakat terdampak bisa segera menempati hunian tersebut.

“Kita serius tangani ini. Mudah-mudahan para kontraktor bisa segera selesaikan pembangunan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Henri juga menambahkan, saat proyek berlangsung, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Gabriel Seran merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Namun saat ini Gabriel sedang dalam kondisi sakit dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved