Gunung Lewotolok Erupsi
24 Jam Terakhir Gunung Lewotolok 153 Kali Gempa Letusan dan 182 Kali Gempa Hembusan
Selama 24 Jam Terakhir Gunung Lewotolok 153 Kali Gempa Letusan dan 182 Kali Gempa Hembusan. Gunung Status Siaga atau level III.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GUNUNG-API-LEWOTOLOK-Selama-24-Jam-Terakhir-Gunung-Lewotolok-153-Kali-Gempa.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Selasa 15 Juli 2025, periode 00:00-24:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau siaga.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 5-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 22-30°C,"tulis Stanislaus dikutip dari laman magma.esdm.go.id Rabu 16 Juli 2025 pagi.
Baca juga: 24 Jam Terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki 11 Kali Gempa Hembusan, 15 Kali Tremor Non-Harmonik
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 153 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 8.4-37.1 mm, dan lama gempa 26-66 detik.
182 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.3-14.2 mm, dan lama gempa 25-45 detik.
1 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 4.5 mm, dan lama gempa 144 detik.
7 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 1.6-9 mm, S-P 0.5-1 detik dan lama gempa 10-16 detik.
1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 1.8 mm, S-P 7.8 detik dan lama gempa 22 detik.
3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 1.9-6.2 mm, S-P 17-22 detik dan lama gempa 45-107 detik.
Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.