Minggu, 19 April 2026

Berita NTT

BUMD Milik Pemprov NTT PT Flobamor Benahi Manajemen dan Kerja Sama 

Dalam berbagai diskusi dengan sejumlah pihak, ia mengaku banyak dukungan agar ada pembenahan mendalam PT Flobamor.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto BUMD Milik Pemprov NTT PT Flobamor Benahi Manajemen dan Kerja Sama 
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
TUNJUK - Direktur Utama PT Flobamor, Yufridus Irawan Rayon sedang menunjuk struktur baru PT Flobamor. Senin, (21/7/2025) di Kantornya.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) PT Flobamor kini tengah fokus untuk melakukan pembenahan manajemen dan kerja sama pihak ketiga. 

Langkah itu dilakukan agar perusahaan daerah itu bisa melakukan pengembangan bisnis dan berkontribusi pada pendapatan daerah. Selama ini, PT Flobamor sering merugi akibat berbagai gejolak. 

Direktur Utama PT Flobamor, Yufridus Irawan Rayon mengatakan, BUMD ini awalnya merupakan Perusahaan Daerah. Modal saat itu Rp 17 miliar lebih. Tahun 2010, BUMD ini berubah status ke Perseroan Terbatas atau PT dengan nilai modalnya Rp 2 miliar. 

"Sebaiknya dibentuk menjadi PT sehingga memberi ruang perusahaan ini lebih leluasa beraktivitas dan mencari keuntungan. Jadi tidak hanya pelayanan publik saja. Jadi PT itu sampai sekarang modal disetor Rp 2 miliar. Belum ada pernyataan lagi dari Pemerintah," ujarnya, Senin (21/7/2025). 

Baca juga: Operasi Usus Buntu Gratis Berkat JKN, Orang Tua Pricilia Ungkap Rasa Syukur dan Apresiasi

 

 

PT Flobamor sendiri memiliki beberapa unit bisnis seperti perhotelan, perkapalan, peternakan dan lainnya. Namun, saat ini hanya ada dua bisnis yang masih aktif yakni perhotelan dan perkapalan. 

Sebetulnya, kata dia, PT Flobamor memiliki beragam potensi yang bisa dikembangkan lewat akta pendirian perusahaan. Dalam akta itu mengisyaratkan PT Flobamor bisa menjalankan ragam usaha. 

"Kalau kita bisnis ya harus ada modal di tangan. Tapi... Jadi sekarang kami fokus ke kerja sama. Kami membuka diri bekerja sama dengan pengusaha dengan kita. Kita support di manajemen, tenaga, itu yang hanya bisa kami lakukan," ujarnya. 

Dari bisnis perkapalan, PT Flobamor melakukan kontrak dengan Kementerian Perhubungan. Pemerintah Pusat memberikan anggaran subsidi. Tapi, nilai kontrak itu diklaim ketika kapal-kapal melakukan pelayaran. 

PT Flobamor, menurut dia, mengelola tiga kapal yakni KMP Ile Boleng, KMP Pulau Sabu dan KMP Sirung. Dari tiga kapal hanya dua yang masih beroperasi. KMP Ile Boleng kini tengah melakukan perawatan rutin di galangan kapal. 

"Kita kontrak dengan pemerintah sekian miliar. Operasional, BBM, biaya perawatan kapal, gaji karyawan itu ditanggung subsidi. Polanya, apa yang kita konsumsi, itu yang nanti di-reimbursemet. Pemerintah hanya mengganti apa yang digunakan," ujarnya. 

Baca juga: Visualisasi Asmara Kumala Jamrud dan Gadis Golo Mori di Labuan Bajo Manggarai Barat

Perusahaan, kata dia, hanya mendapat keuntungan 10 persen dari klaim yang dilakukan. Selama ini, klaim diajukan satu kali dalam satu bulan. 

Sedangkan, pengelolaan hotel Sasando, tengah dilakukan konsolidasi agar bisa sinergi. Irawan menyebut manajemen Hotel Sasando bahkan kini lebih baik dari sisi pelaporan dan  lainnya. 

Dia berharap, ada langkah bersama antara PT Flobamor dan manajemen Hotel Sasando bisa berjalan baik. Sejauh ini sering dilakukan pertemuan bersama agar ada pencapaian bersama. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved